Tak Ada Yang Salah Dengan Datsun Go

otoplasa.com – Lalu lintas yang semakin padat, memaksa pengguna jalan berpikir lebih kritis. Kemacetan yang berbuah rasa capai pada pikiran dan kelelahan fisik, sedini mungkin bisa dikurangi dengan pemilihan kendaraan yang tepat. Nah salah satu trend yang berkembang adalah semakin banyaknya konsumen yang beralih menggunakan transmisi otomatis.

Yang paling mencolok adalah kendaraan roda 2. Bukan rahasia lagi motor matik kini seakan menjadi penguasa jalanan. Dari 10 motor yang lewat, rata-rata tujuh hingga delapan motor adalah matik. Kemudahan berkendara tanpa memainkan tuas atau persneling perpindahan gigi, benar-benar sedang digemari masyarakat Indonesia.

Hal yang sama juga mulai menular pada kendaraan roda 4. Memang transmisi manual masih yang terbesar, namun pelan tapi pasti, konsumen mulai lebih banyak yang beralih ke otomatis. Intinya trend penggunaan mobil bertransmisi matik mulai membesar di beberapa kota besar di Tanah Air.

Berangkat dari hal itulah, Otoplasa bersama teman media dari Otomotif1, coba mengeksplorasi mobil bertransmisi matic versi CVT dengan harga paling terjangkau. Dan pilihannya adalah Datsun Go yang masih bermain di kisaran Rp 150 jutaan! Inilah LCGC city car yang layak kami jajal, dimana kompetitornya yang CVT telah merangkak naik hingga lebih dari Rp 160 jutaan.

Sejujurnya test drive Datsun Go juga sebagai jawaban beberapa kabar hoax. Datsun yang dinaungi Nissan terkena kabar miring seputar penutupan pabrik perakitannya di Kota Industri Bukit Indah, Jawa Barat. Padahal Datsun masih diproduksi oleh PT Nissan Motor Indonesia (NMI). Arti penutupan pabrik sebenarnya adalah penghentian perakitan Nissan. Seperti diketahui All New Livina yang bertransformasi menjadi saudara kembar Mitsubishi Xpander, sepenuhnya dipercayakan produksinya di pabrik Mitsubishi Indonesia di Greenland International Industrial Center (GIIC), Bekasi, Jawa Barat. Sedangkan model lain seperti X-Trail, Terra, Navara dan Serena datang secara CBU.

Penggiringan opini kata tutup oleh media memang berdampak luar biasa. Konsumen seperti makin selektif jika berhadapan dengan Datsun. Padahal setelah Otoplasa jajal, Datsun Go yang kami naiki dari diler Nissan Ahmad Yani Surabaya sangat worth it. Bayangkan desainnya lumayan stylish dan cocok dengan para milenial. Beberapa fiturnya pun tergolong kekinian, mulai dari head unit berlayar lebar touch screen, hingga teknologi CVT.

Untuk menembus kemacetan lumayan gesit. Bahkan konsumsi bahan bakarnya tergolong sangat irit. Area perkotaan yang padat, display MID-nya menunjukkan rata-rata 12 km/liter. Makin takjub saat melintasi tol Surabaya – Mojokerto yang kami bawa bablas hingga ke Simpang Lima, Kediri. Konsumsi bbm-nya menembus hingga 19 km/liter. Wouw sangat irit.

Ketika dipacu pada kecepatan tinggi, berlari hingga 140 km/jam juga cukup mudah dan terasa smooth perpindahan belt CVT-nya. Minim hentakan dan benar-benar senyap. Hanya saja karena ini LCGC merangkap city car, rasanya melaju dengan kecepatan tersebut sudah lebih dari cukup. Mesin berkapasitas 1200 cc dengan daya 67 Hp/5000 rpm dan torsi 104Nm/5000 rpm memang sudah pas untuk mobil berkapasitas 5 penumpang.

Satu-satunya kelemahan yang Otoplasa rasakan justru tuas persneling matic yang lumayan agak berat ketika diajak berpindah ke posisi N, R atau yang lain, terutama bagi wanita. Tapi Otoplasa yakin jika keluhan ini disampaikan ke bengkel bakal teratasi.

Kesimpulannya dengan segala hal yang Otoplasa rasakan, tak ada yang salah dengan Datsun Go. Bagaimanapun dia layak jadi pilihan mobil yang hemat bahan bakar dan fun to drive. Terlebih transmisi CVT-nya tak bikin cepat lelah karena kaki kiri bisa beristirahat total selama perjalanan. (anto/05-10-2019)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *