Toprak Razgatlioglu Merendah Belum Target Podium di Pramac Yamaha

MotoGP 2026 Tahun Belajar

Otoplasa.com – Kepindahan Toprak Razgatlioglu ke MotoGP bersama Pramac Yamaha menyedot perhatian besar. Namun, di balik ekspektasi tinggi publik dan tim, pembalap asal Turki itu menyatakan di MotoGP musim 2026 belum target podium dan masih menjadi tahun belajar.

Demikian Toprak justru memilih bersikap realistis terhadap peluangnya di musim debutnya. Dia mengakui bahwa dirinya mungkin belum mampu meraih podium perdana di kelas utama pada musim pertamanya bersama Pramac Yamaha. Meski berstatus sebagai salah satu rekrutan paling bergengsi dalam beberapa tahun terakhir, Toprak menilai MotoGP adalah tantangan yang sepenuhnya baru.

Pembalap berusia 29 tahun itu datang ke MotoGP dengan reputasi mentereng setelah mengoleksi tiga gelar juara World Superbike (WSBK) dalam lima musim terakhir. Namun, pengalaman tersebut tak lantas membuatnya merasa langsung kompetitif di MotoGP.

Bukan Tahun Yang Mudah
“Ini bukan tahun yang mudah bagi saya karena ini tantangan yang sangat besar,” ujar Toprak Razgatlioglu dalam acara peluncuran tim Pramac Yamaha.

“Musim 2026 mungkin adalah tahun belajar bagi saya. Tapi pada 2027, setelah regulasi baru, mungkin kami bisa bertarung untuk podium,” lanjutnya.

Toprak menyadari perbedaan besar antara motor yang biasa ia tunggangi di WSBK dengan Yamaha M1 prototipe MotoGP bermesin V4. Pada musim 2024–2025 di WSBK, ia mengendarai BMW M1000R, motor yang secara karakter sangat berbeda dengan tunggangan MotoGP.

Selain motor, faktor ban juga menjadi tantangan krusial. Di MotoGP, Toprak harus beradaptasi dari ban Pirelli ke Michelin, yang dikenal menuntut manajemen ban sangat presisi sepanjang balapan.

Adaptasi Motor
“Saya butuh waktu untuk beradaptasi dengan motor dan saya juga harus belajar memahami ban, terutama untuk merasakan batas grip-nya,” kata Toprak.

“Semuanya benar-benar berbeda. Saya hanya butuh waktu.”

Menariknya, banyak pihak menilai performa Toprak justru bisa meningkat signifikan pada 2027, saat Pirelli resmi menjadi pemasok ban MotoGP. Meski begitu, ban yang digunakan tetap akan dikembangkan khusus untuk kelas premier, bukan sekadar adaptasi dari WSBK.

Terkesan Yamaha M1
Toprak sudah dua kali menjajal Yamaha M1 pada akhir musim 2025, yakni dalam sesi privat di Aragon dan tes resmi pascamusim di Valencia. Dari pengalaman awal itu, ia mengaku terkesan dengan performa motor Yamaha M1 MotoGP.

“Kesan pertama saya sangat positif. Setelah Superbike, MotoGP adalah motor yang benar-benar berbeda,” jelasnya.

“Akselerasinya luar biasa, dan di lintasan lurus motor ini sangat cepat.”

Meski demikian, Toprak tetap menekankan pentingnya proses adaptasi yang matang. Ia berharap rangkaian tes pramusim, termasuk tes panjang enam hari di Malaysia, dapat membantunya memahami karakter motor dan ban Michelin secara lebih mendalam.

“Kami punya banyak waktu untuk tes, terutama di Malaysia. Saya harap kami bisa menemukan cara terbaik untuk memahami motor ini,” ujarnya.

Tetap Rendah Hati di Tengah Sorotan
Sikap Toprak yang merendah ini kontras dengan ekspektasi tinggi yang disuarakan manajernya, Kenan Sofuoglu. Mantan pembalap MotoGP itu sebelumnya menegaskan bahwa target Toprak adalah mampu menantang Fabio Quartararo, juara dunia MotoGP 2021, di internal Yamaha.

Namun bagi Toprak, fokus utama musim 2026 bukanlah hasil instan, melainkan proses pembelajaran. “Kami ini satu keluarga besar. Semua orang selalu berusaha memberikan yang terbaik di setiap balapan, dan saya juga akan melakukan hal yang sama,” tuturnya.

Dengan pendekatan realistis dan rendah hati tersebut, Toprak Razgatlioglu tampaknya siap menjalani musim debut MotoGP 2026 sebagai fondasi penting menuju potensi prestasi yang lebih besar di masa depan. (boi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *