Otoplasa.com – Musim 2025 telah berlalu dan Valentino Rossi tak menampik bahwa prestasi timnya, Pertamina Enduro VR46 kalah telak dengan Gresini Racing. Sama-sama sebagai tim satelit Ducati dan mendapatkan spek motor pabrikan GP25, duo pembalapnya, yaitu Fabio Di Giannantonio dan Franco Morbidelli tertinggal urusan podium dengan Alex Marquez bersama Fermin Alderguer.
Dampaknya muncul rumor bahwa Rossi berencana hijrah ke Aprilia sekaligus berencana menggaet pembalap baru, yaitu Pedro Acosta. Apakah itu benar? Berikut penjelasan sang legenda saat peluncuran tim Pertamina Enduro VR46.
Sejatinya Rossi menegaskan masih sangat percaya dengan Ducati sebagai fondasi masa depan tim, termasuk menyongsong era regulasi baru MotoGP 850 cc pada 2027. VR46 Racing Team yang naik status menjadi tim Ducati dengan dukungan pabrikan penuh setelah Pramac hengkang ke Yamaha, justru menjadi satu-satunya tim pengguna Desmosedici yang gagal meraih kemenangan balapan pada musim 2025. Fabio Di Giannantonio dan Franco Morbidelli tak mampu menandingi performa Gresini Racing, yang dengan motor serupa justru tampil jauh lebih kompetitif.
“Ducati adalah yang terbaik dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Valentino Rossi kepada Sky Italia.
Sang pendiri sekaligus pemilik Tim Pertamina Enduro VR46 itu masih keukeh bahwa Ducati adalah pabrikan terbaik. Perubahan regulasi MotoGP pada 2027 akan membuat semua pabrikan bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan dan Ducati sudah berada di jalur yang tepat.
“Pabrikan lain sangat antusias untuk memangkas jarak dengan perubahan regulasi, mereka harus bekerja sangat keras. Saya percaya pada Ducati; saya rasa mereka sudah cukup maju dengan motor 2027,” tegas Rossi.
Kekalahan dari Gresini Jadi Evaluasi Besar
Kalah bersaing langsung dengan Gresini Racing pada 2025 menjadi pukulan bagi VR46, terlebih rival tersebut juga akan mendapatkan motor Ducati spesifikasi pabrikan pada musim ini. Meski demikian, Rossi menilai kegagalan tersebut bukan alasan untuk meragukan proyek jangka panjang bersama Ducati.
Pandangan Rossi diperkuat oleh Team Director VR46, Alessio Uccio Salucci, yang memastikan tim masih sangat puas dengan kerja sama yang ada. “Kami senang bersama Ducati; motor-motornya fantastis,” kata Salucci.
“Soal Aprilia? Rivola adalah teman, saya sudah mengenalnya lama. Kami mendengarkan karena kami tim yang menarik, tapi untuk saat ini tidak,” tambahnya, merujuk pada Massimo Rivola, CEO Aprilia Racing.
Bursa Pembalap Jadi Sorotan Rossi
Selain soal performa motor, Rossi juga menyinggung situasi pasar pembalap yang dinilainya akan menjadi faktor krusial setelah kegagalan VR46 bersinar di 2025. “Bursa transfer akan menjadi isu penting lainnya: hampir semua kontrak habis, dan akan ada banyak dinamika mulai Mei,” ujar Rossi.
“Kami harus tetap fokus pada balapan musim ini. Beberapa seri awal akan sangat krusial, lalu semua orang mulai melihat masa depan mereka. Ini akan menjadi musim yang cukup unik,” lanjutnya.
Nama Pedro Acosta kembali mencuat sebagai kandidat kuat pembalap VR46 di masa depan. Pembalap asal Spanyol itu sempat berdiskusi dengan VR46 pada tahun lalu sebelum memutuskan bertahan bersama KTM.
Manajer tim VR46, Pablo Nieto, bahkan menyebut mendatangkan Acosta sebagai sebuah impian. Hal senada diungkapkan Salucci. “Untuk saat ini kami fokus pada Morbidelli dan Diggia,” kata Salucci.
“Acosta? Saya jatuh cinta dengan dia dan gaya balapnya; dia pembalap yang langka. Tahun lalu kami sempat berbicara karena ada peluang kecil, tapi saya tahu itu sangat sulit.”
Ia menambahkan, peluang tersebut belum sepenuhnya tertutup. “Jika ada kesempatan tahun ini, kenapa tidak? Saya sangat menyukai Pedro. Kami harus berhati-hati dan siap dengan segala kemungkinan,” ujarnya.
Simpan Rahasia 2027
Menariknya, ketika ditanya langsung mengenai siapa pembalap VR46 pada MotoGP 2027, Rossi memilih tersenyum dan enggan memberi jawaban pasti. “Saya tahu, tapi saya belum bisa mengatakannya…,” ucap Rossi singkat.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa meski Tim Pertamina Enduro VR46 kalah telak dari Gresini Racing di MotoGP 2025, Valentino Rossi tetap optimistis. Kepercayaan penuh pada Ducati dan kehati-hatian dalam menentukan pembalap menjadi kunci strategi Rossi untuk membawa VR46 kembali kompetitif di masa depan, khususnya menghadapi era baru MotoGP 850 cc pada 2027. (boi)














