Otoplasa.com – Memang ada saja kiat untuk percaya kepada pabrikan otomotif Tiongkok. Salah satunya adalah Mercedes-Benz yang yakin dan kini telah menjalin kemitraan dengan Geely, usai membongkar onderdil Zeekr 001 demi mendapatkan rahasia platform EV.
Artinya industri otomotif global menyaksikan pergeseran paradigma besar saat raksasa Jerman, Mercedes-Benz, memutuskan untuk memindahkan pusat pengembangan kendaraan kompaknya ke China. Langkah strategis ini diambil dengan menggandeng Geely sebagai mitra teknologi utama untuk membangun masa depan kendaraan listrik (EV) mereka.
Berdasarkan laporan eksklusif dari media 36Kr, Mercedes-Benz telah memulai pengembangan platform listrik baru dengan kode “Phoenix”. Menariknya, untuk pertama kali dalam 130 tahun sejarah perusahaan, Mercedes-Benz memberikan otoritas pengembangan mandiri kepada pusat riset di luar Jerman. Pusat R&D di China kini resmi menjadi markas global untuk pengembangan kendaraan kompak, sementara pusat di Jerman akan tetap fokus pada segmen mobil menengah dan besar.

Gunakan Arsitektur GEEA 4.0
Keputusan Mercedes-Benz untuk bekerja sama dengan Geely didasari oleh keunggulan arsitektur elektronik dan elektrik (EE) milik perusahaan asal China tersebut. Dalam pengembangan ini, diketahui bahwa Mercedes-Benz memakai platform EV dari Geely sebagai basis verifikasi proof-of-concept, khususnya menggunakan arsitektur GEEA 4.0.
Arsitektur EE sering disebut sebagai “jiwa” dari kendaraan cerdas modern. Teknologi inilah yang mendukung sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut (ADAS) dan smart cockpit. Geely telah membuktikan kemapanan teknologinya melalui arsitektur GEEA 3.0 yang sukses menyokong penjualan hingga lebih dari satu juta unit pada model-model seperti Galaxy E5.
Selain kecanggihan teknologi, faktor efisiensi biaya menjadi alasan kuat lainnya. “Selama 1-2 tahun terakhir, Mercedes telah mempelajari ‘keajaiban’ penghematan biaya di industri manufaktur mobil China,” ungkap seorang sumber internal kepada 36Kr.
Insinyur Mercedes-Benz dilaporkan telah melakukan studi mendalam melalui teardown (pembongkaran) unit Zeekr 001, salah satu brand di bawah naungan Geely Group. Hasilnya, mereka mengakui kualitas teknis yang mumpuni namun dengan biaya produksi yang jauh lebih rendah dibandingkan standar kendaraan Jerman saat ini. Fakta bahwa Mercedes-Benz memakai platform EV dari Geely menunjukkan pengakuan atas efisiensi rekayasa China.
Strategi Masa Depan dan Efisiensi
CEO Mercedes-Benz, Ola Källenius, telah menekankan pentingnya profitabilitas dalam transisi energi ini. “Bagaimana mengurangi biaya dan mencapai profitabilitas adalah topik inti,” ujar seorang narasumber yang terlibat dalam pertemuan strategis akhir tahun lalu.
Platform Phoenix ini direncanakan akan menggantikan platform MMA (Mercedes Modular Architecture) saat ini. Ke depannya, produk-produk populer seperti A-Class, B-Class, GLA, GLB, dan CLA untuk pasar global akan lahir dari kerja sama ini. Dengan kepastian bahwa Mercedes-Benz memakai platform EV dari Geely, perusahaan berharap dapat tetap kompetitif di pasar mobil listrik yang semakin ketat.
Langkah ini juga mempertegas tren pembalikan teknologi di industri otomotif. Jika dahulu China menyerap teknologi dari Barat, kini pabrikan global seperti Volkswagen, Stellantis, dan Renault mulai beralih ke perusahaan China untuk mengejar ketertinggalan di sektor perangkat lunak dan sistem elektrik.
Melalui integrasi di mana Mercedes-Benz memakai platform EV dari Geely, diharapkan produk EV entry-level Mercedes yang meluncur sekitar tahun 2030 tidak hanya unggul dalam kemewahan, tetapi juga dalam kecerdasan digital dan efisiensi harga bagi konsumen global. (ton)















