Veda Ega Pratama Buah Bibir Media Eropa

Terungkap Siku Aspal 67 Derajat

Otoplasa.com – Satu persatu skill balap Veda Ega Pratama dikuliti oleh banyak media dan jurnalis Eropa. Salah satu yang menonjol adalah kemampuannya dalam melakukan teknik cornering melibas tikungan yang mencapai sudut 67 derajat. Gaya siku aspal agresif ala Marc Marquez ini diakui sulit dilakukan di atas motor Moto3, hingga menjadi buah bibir!

Tak ayal fenomena baru wakil Indonesia yang mengguncang panggung Moto3 kini menjadi buah bibir utama di kalangan jurnalis senior MotoGP asal Eropa. Media raksasa Eurosport Italia menyebutnya sebagai gladiator sejati dengan aura kompetitor yang sangat mematikan. Dunia balap internasional terperangah melihat performa fantastis pembalap muda kebanggaan Indonesia di musim 2026 ini. Ia bukan sekadar pelengkap grid, melainkan ancaman nyata bagi dominasi para pembalap muda binaan Eropa.

Lonjakan prestasinya yang luar biasa kini menjadi fenomena baru di ajang kelas ringan Moto3. Kekuatan terbesarnya adalah kombinasi unik antara gaya balap agresif dan kepribadian yang sangat rendah hati. Teknik siku aspal miliknya dinilai sukses mereplikasi gaya ikonik milik sang legenda dunia, Marc Marquez. Veda mampu melakukan kemiringan motor hingga 67 derajat yang secara teknis dianggap hampir mustahil di kelas Moto3.

Pribadi Sopan dan Santun
Namun, sosok Veda Ega Pratama dihadapan media Eropa tetaplah pribadi yang dikenal sangat sopan dan santun. Ia kerap memberikan gestur hormat salim kepada mekanik dan staf tim setelah sesi balapan yang melelahkan. Karakter ini mengejutkan publik Eropa yang sering melihat benturan emosi dan arogansi di tengah kerasnya persaingan.

“Veda adalah pengecualian dari segala aturan dengan sikap profesional tanpa drama murahan,” ungkap desas-desus di paddock.

Kehebatan performanya di lintasan mencapai puncaknya saat meraih podium ketiga bersejarah pada seri Moto3 Brasil 2026. Keberhasilan ini membawa kebanggaan besar karena mampu bersaing dengan talenta unggulan seperti Maximo Quiles dan Marco Morelli. Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, mengaku sangat terkesan dengan pencapaian gemilang anak didiknya tersebut.

“Veda melakukan comeback hebat dengan menyalip sejumlah rival dan finis di posisi ketiga,” ujar Aoyama bangga saat di Brazil.

Pujian Berlanjut di Jerez
Menariknya, kegilaan aksi Veda berlanjut di sirkuit Jerez, Spanyol, meskipun ia harus memulai balapan dari posisi ke-17. Media otomotif Inggris, Crash, mencatat ia tampil mengesankan dengan menyalip 11 pembalap hingga finis di posisi keenam.

“Veda Pratama tampil mengesankan sebagai pembalap rookie terbaik dengan peningkatan performa luar biasa,” tulis laporan resmi media tersebut.

Ditambah ulasan media Jerman, Speedweek, juga menyanjung aksi luar biasanya yang terus menebar ancaman bagi pembalap papan atas.

Angkat Reputasi Honda Team Asia
Pencapaian ini tidak hanya mengangkat reputasi Honda Team Asia, tetapi juga mengukuhkan dirinya sebagai calon bintang masa depan. Media Spanyol, Mundo Deportivo, bahkan menyebutnya sebagai salah satu kejutan terbesar di awal musim Moto3 2026 ini.

Pengamat mengakui ketangguhan mentalnya yang sangat stabil meskipun harus menghadapi tekanan fisik dan intimidasi dari lawan. Kepiawaian Veda Ega Pratama dihadapan media Eropa membuktikan bahwa talenta Asia kini telah naik ke level baru.

Ia menunjukkan bahwa mentalitas juara sejati dibentuk melalui kerja keras dan ketenangan yang luar biasa di lintasan. Veda tidak mudah terpancing provokasi lawan dan tetap fokus menjaga ritme balap yang konsisten hingga garis finis. Kini, seluruh mata dunia tertuju pada remaja asal Gunung Kidul ini untuk menuliskan sejarah baru di Grand Prix. Veda Ega Pratama bukan hanya sensasi musiman, melainkan simbol kebangkitan besar dunia balap motor Tanah Air. (boi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *