Otoplasa.com – Pabrikan otomotif China kian menegaskan posisinya sebagai pemain utama dalam inovasi kendaraan listrik global maupun kombinasi hybrid ala PHEV. Tidak lagi sekadar mengejar ketertinggalan, merek-merek asal Tiongkok kini hadir dengan teknologi khas dan solusi mutakhir. Salah satunya ditunjukkan oleh Xpeng melalui Xpeng G7 EREV, SUV extended-range electric terbaru yang mengandalkan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan kenyamanan berkendara.
Xpeng mengungkapkan bahwa G7 EREV dibekali sistem AI-controlled Noise and Vibration Management yang mampu mengurangi getaran mesin range extender hingga 50 persen dalam kondisi tertentu. Teknologi ini dirancang untuk menjaga kabin tetap senyap, baik saat berkendara murni listrik maupun ketika sistem bensin aktif.
“Strategi kontrol berbasis AI memungkinkan sistem range extender bekerja lebih halus, sehingga getaran dan kebisingan dapat ditekan secara signifikan tanpa mengorbankan performa,” ujar perwakilan resmi Xpeng, dikutip dari keterangan perusahaan.

ENC dan RNC Jadi Standar di Semua Varian
Tak mau kalah dengan pabrikan Tiongkok lainnya, Xpeng menjadikan teknologi peredam kebisingan sebagai fitur standar. Seluruh varian G7 EREV telah dibekali Electronic Noise Cancellation (ENC) dan Road Noise Cancellation (RNC).
ENC berfungsi menekan suara yang berasal dari komponen kendaraan, termasuk sistem range extender, sementara RNC meredam kebisingan dari jalan dan ban. Kedua sistem tersebut bekerja terintegrasi dengan AI untuk menciptakan transisi yang mulus antara mode listrik dan extended-range.
“Pendekatan kami bukan sekadar menambahkan perangkat keras, tetapi mengelola keseluruhan sistem melalui AI agar kendaraan tetap senyap dalam berbagai skenario berkendara,” jelas pihak Xpeng.
Peredaman Fisik Diperkuat, Kabin Lebih Hening
Selain teknologi digital, Xpeng G7 EREV juga mengandalkan peredaman fisik. Lebih dari 90 persen area kabin dilapisi material peredam suara untuk memblokir kebisingan dari luar. Bahkan, unit range extender telah dioptimalkan sehingga tingkat kebisingan alaminya berkurang sekitar 10 persen dibandingkan solusi industri konvensional.
Langkah ini memperkuat klaim Xpeng bahwa pabrikan otomotif China kini tidak hanya unggul dalam elektrifikasi, tetapi juga dalam aspek NVH (Noise, Vibration, Harshness) yang selama ini menjadi tolok ukur kualitas kendaraan premium.

Jarak Tempuh Panjang dan Pengisian Super Cepat
Xpeng G7 EREV menjadi SUV pertama dalam lini Kunpeng Extended-Range Electric Vehicle. Mobil ini mengombinasikan baterai 55,8 kWh dengan tangki bensin 60 liter beroktan RON 92, menghasilkan jarak tempuh gabungan hingga 1.704 kilometer. Sementara itu, jarak tempuh murni listriknya mencapai 430 kilometer.
Tak hanya itu, Xpeng menyematkan sistem pengisian cepat 800V + 5C berbasis AI, yang mampu menambah jarak tempuh hingga 314 kilometer hanya dalam 12 menit.
Dimensi dan Desain Modern
Secara dimensi, G7 EREV memiliki panjang 4.918 mm, lebar 1.925 mm, tinggi 1.655 mm, dan jarak sumbu roda 2.890 mm. Varian EREV tercatat 26 mm lebih panjang dibanding versi baterai murni.
Dari sisi desain, SUV ini mengusung bahasa desain terbaru Xpeng, lengkap dengan handle pintu tersembunyi, atap panorama, lampu belakang berbentuk C, serta emblem khusus “POWER X” di bagian buritan. Kapasitas bagasi mencapai 779 liter, dan dapat diperluas hingga 2.237 liter, didukung 38 kompartemen penyimpanan.

Siap Meluncur di China dan Eropa
Laporan pasar China menyebutkan unit awal Xpeng G7 EREV model tahun 2026 sudah mulai dikirim ke diler menjelang peluncuran resmi. Xpeng memastikan G7 EREV akan meluncur di China pada 8 Januari 2026, disusul debut Eropa sehari setelahnya, 9 Januari 2026.
Sebagai pembanding, Xpeng G7 versi listrik murni saat ini dibanderol 195.800–225.800 yuan (Rp 468 juta – Rp 470 juta), sementara harga G7 EREV belum diumumkan. Dengan kombinasi AI, sistem peredaman canggih, dan efisiensi jarak tempuh, Xpeng G7 EREV menjadi bukti bahwa pabrikan otomotif China kini hadir dengan keunggulan teknologi tersendiri, sekaligus siap bersaing langsung dengan merek global mapan di pasar kendaraan listrik dunia. (ton)















