Otoplasa.com – Keseriusan Yamaha untuk segera naik level di ajang MotoGP harus disertai dengan keputusan yang lumayan brutal. Yaitu dengan melengserkan Alex Rins sebagai pembalap utama di pabrikan.
Demikian analisa pengamat balap MotoGP, Jack Appleyard dari Dorna di podcast Pit Talk Fox Sports. Menurutnya Yamaha kini menghadapi dilema, bahwa Alex Rins terancam kehilangan kursi di MotoGP jika serius naik kelas.
Seperti diketahui rumor terbaru menyebut Alex Rins berpotensi kehilangan tempat di tim pabrikan Yamaha MotoGP. Dimana Rins saat ini terikat kontrak dengan Yamaha hingga 2026 bersama Fabio Quartararo.

Namun situasi internal tim membuat masa depannya dipertanyakan. Fokus utama Yamaha kini adalah proyek satelit bersama Pramac Racing. Masuknya Toprak Razgatlioglu menjadikan Yamaha harus memilih mempertahankan Jack Miller atau Miguel Oliveira untuk line-up tim.
Jack Appleyard menegaskan situasi Yamaha kian rumit. Kursi panas di tim biru semakin kompetitif, baik di pabrikan maupun satelit.
“Jack ingin bertahan di MotoGP. Ada tawaran WorldSBK, tapi kemungkinan sudah tertutup,” ujar Appleyard.
Hal menarik, posisi Miller dianggap cukup aman untuk bertahan di Yamaha. Keikutsertaan Miller di Suzuka 8 Hours dengan finis runner-up, menjadi sinyal positif bagi pabrikan Jepang. Appleyard menilai hasil itu bisa mendorong Miller mendapat kontrak baru, dan menimbulkan efek domino masa depan Rins.
“Ke mana Alex akan berakhir? Itu bergantung pada rumor dan pembicaraan Yamaha,” tambahnya.
Kendati demikian Appleyard memuji bakat Rins yang memiliki lima kemenangan MotoGP. Namun cedera parah di Mugello membikin performanya menurun drastis. Sejak kecelakaan itu, Rins belum kembali ke level terbaiknya. Ia hanya sekali finis di 10 besar musim ini. Meskipun kemenangan di Circuit of the Americas 2023 bersama Honda masih dikenang, tetapi konsistensinya kini dipertanyakan.
Yamaha Harus Brutal untuk Naik Level di MotoGP
Appleyard menilai Yamaha perlu mengambil keputusan besar jika ingin bangkit di MotoGP. Untuk itu keputusan tegas harus segera diambil.
“Mereka harus membuat keputusan sulit dan bersikap brutal demi memajukan proyek,” wantinya.
Opsi yang muncul adalah memutus kontrak Rins lebih awal, mempromosikan Miller, dan menduetkan dengan Toprak. Dia yakin karena Miller dinilai paham peran sebagai pendukung pembalap utama. Ia memiliki pengalaman di Ducati dan KTM.
“Dia tahu perannya sebagai pembalap kedua dan bisa mendukung Fabio dengan baik,” kata Appleyard.
Kehadiran Miller tidak hanya menguntungkan secara teknis, tetapi juga membawa nilai komersial besar bagi Yamaha. Dengan ambisi bangkit di MotoGP, Yamaha diyakini siap mengambil langkah berani dan tanpa kompromi. (boi)















