Fabio Quartararo Tak Butuh Mesin V4, Ini Yang Diinginkan!

Simak Perkembangan Prototipe V4 Yamaha

Otoplasa.com – Raihan pole position hingga ke-4 kali bagi Fabio Quartararo di MotoGP musim 2025, tak menjadikannya berpuas diri. Justru dia merasakan hasil pole position seperti tamparan keras, karena gagal mengkonversikannya dengan kemenangan. Atas dasar itulah dia menegaskan yang dibutuhkan bukan mesin V4, melainkan motor yang benar-benar bisa bersaing saat balapan.

Seperti diketahui hingga saat ini The Diablo masih mempercayakan motor M1-nya dengan mesin empat silinder segaris. Dijadwalkan September nanti, Quartararo akan menjajalnya di Sirkuit Misano.

“Saya hanya ingin motor yang kompetitif tahun depan, apakah itu V4 atau bukan,” tegas Quartararo yang mengindikasikan dia sangat berharap Yamaha untuk segera menghadirkan motor dengan daya saing tinggi.

Tercatat sang juara dunia 2021 tersebut telah mengoleksi 4 pole position di tahun ini, diantaranya GP Spanyol (Jerez), GP Prancis (Le Mans), GP Inggris (Silverstone) dan GP Belanda (Assen). Namun dari semua posisi terdepan itu tak sama sekali mampu mengantarkannya ke podium pertama.

Sejauh ini Yamaha tengah intensif mengembangkan prototipe mesin V4 secara rahasia yang menjanjikan perubahan besar dalam kecepatan dan performa. Dimana mesin revolusioner ini diam-diam diuji coba di Brno pada awal Juli, dan memunculkan gelombang antusiasme baik di kalangan penggemar maupun para rival.

Hanya saja selain Quartararo, Alex Rins dan Miguel Oliveira juga sama-sama belum menggunakan mesin empat silinder segaris. Sejauh ini baru tim penguji yang dipimpin oleh Andrea Dovizioso dan Augusto Fernandez yang telah menguji kemampuan awal mesin V4.

Fernandez mengungkapkan, “Kami belum memiliki paket lengkap. Mesinnya belum mencapai spesifikasi final. Semua masih dalam tahap awal.”

Meski potensi mesin V4 cukup menjanjikan, sejumlah tantangan teknis masih harus diatasi. Fernandez menekankan perlunya percepatan dalam proses pengembangan. Ia mengatakan bahwa meskipun impresi awal cukup positif, motor ini belum mampu menembus batas kecepatan yang diinginkan. Dari hal ini menjadikan antusiasme para pembalap Yamaha kian memuncak. Termasuk Rins, Oliveira, dan Jack Miller.

Oleh karena itu menuju musim 2026, masa depan Yamaha masih penuh tanda tanya, terutama terkait kesiapan mesin V4 untuk bersaing secara penuh. Paolo Pavesio selaku Direktur Yamaha bersikap hati-hati, bahkan mengisyaratkan kemungkinan adanya penundaan debut balap mesin V4 tersebut. Di sisi lain, Quartararo menegaskan pentingnya hubungan yang kuat dengan Yamaha sebagai penentu kelanjutan kariernya di MotoGP.

Jadi tak ubahnya dikejar deadline, Yamaha seolah-olah berada dalam persimpangan penting. Bagaimana menuntaskan proses penyempurnaan mesin V4. Mengingat tekanan untuk membuktikan kemampuan nyata mesin baru ini kian meningkat. Akankah tahun 2026 menjadi momen kebangkitan Yamaha di kancah MotoGP?

Kita tunggu saja. (boi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *