25 Hal Pengaruhi Orang Beli Mobil

Surabaya (otoplasa.com) – Memasuki semester kedua 2018 bakal sarat dengan beragam pameran otomotif, baik berskala nasional hingga internasional. Ajang motor show merupakan momen yang tepat dalam menjaring konsumen, khususnya meningkatkan angka penjualan.

Nah jika dirangkum, rupanya ada 25 hal yang mempengaruhi seseorang untuk membeli mobil. Uniknya info ini Otoplasa peroleh dari kebiasaan konsumen luar negeri, yang ternyata hampir sama dengan pertimbangan orang di sini.

Seperti apa 25 pengaruh tersebut, diantaranya;
1. Price – harga.
2. Reliability – reliabilitas atau keandalan.
3. Type of fuel (petrol, diesel, electric, hybrid etc) – jenis konsumsi bbm, listrik maupun hibrid.
4. Make of car – produsen mobil.
5. Economy – miles per gallon – tingkat konsumsi bbm.
6. Model of car – desain mobil.
7. Cost of ownership – insurance costs, servicing costs etc – biaya kepemilikan, termasuk asuransi hingga servis.
8. Number of doors – jumlah pintu.
9. Comfort – kenyamanan.
10. Size of car – if it’s big enough for my family/pets – dimensi mobil, cukup untuk keluarga atau binatang peliharaan.
11. Engine size – kapasitas mesin.
12. Road tax cost – pajak kendaraan.
13. Transmission (manual or automatic) – jenis transmisi manual atau matic.
14. Number of seats – jumlah tempat duduk.
15. Size of boot – ukuran kompartemen di mobil.
16. Size of car – if it’s small enough so it’s easy to manoeuvre and park – ukuran mobil yang mempengaruhi di saat parkir ataupun bermanuver.
17. Colour of exterior – warna mobil.
18. Engine power/speed – kekuatan daya mesin.
19. Handling – pengendalian.
20. Length of warranty – masa lamanya garansi.
21. Electric windows – kaca jendela listrik.
22. Safety – NCAP ratings, safety equipment etc – hasil uji tes tabrak atau rating keselamatan mobil.
23. Visibility through rear window – keleluasaan jarak pandang khususnya melihat ke belakang.
24. CO2 emissions – tingkat emisi CO2.
25. How far away the dealership is – sejauh apa layanan bengkel terdekat atau jaringan yang tersedia.

Dari beragam pertimbangan tersebut, rupanya masih ada satu hal yang paling populer di benak konsumen Tanah Air, yakni faktor harga jual kembali apakah jatuh atau tidak?
Oke mungkin ini bisa dihubungkan dengan pertimbangan yang no 4, merek produsen mobil, namun sesungguhnya kurang tepat. Ambil contoh dua produk dari merek paling ngetop di sini yakni Toyota, yang memasarkan Avanza dan Camry. Bisa jadi saat Avanza dijual kembali, harganya tidak terlalu jatuh. Bandingkan dengan sedan, yang bisa dipastikan harga jualnya bisa terjun bebas.

Hmm lain ladang, memang lain belalang. (anto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *