Otoplasa.com – Putaran ke-18 MotoGP 2025 di Sirkuit Mandalika, Lombok bakal menyajikan persaingan panas di lintasan. Dimana selalu menghadirkan tantangan besar bagi para pembalap.
Sejak resmi digunakan pada 2022, Mandalika International Street Circuit dikenal sangat menuntut. Trek sepanjang 4,3 km memiliki 17 tikungan dengan lintasan lurus 507 meter.
Tantangan utama pembalap ada di pengereman keras di tikungan pertama dan ke-10. Kondisi panas dan permukaan abrasif membuat manajemen ban jadi faktor penentu.

Suhu Lintasan 60°C
Piero Taramasso, manajer motorsport Michelin, menegaskan kerasnya karakter Mandalika. Menurutnya, suhu lintasan bisa tembus 60°C dengan kelembapan tak menentu.
Pada kunjungan keempat ini, Michelin membawa sedikit perubahan pada ban depan Medium. Sementara ban Soft dan Hard tetap sama.
Di sisi lain, Marc Marquez mencari rekor tambahan lagi, dan di saat bersamaan Pecco Bagnaia telah bangkit dari keterpurukan. Dimana saat di Motegi lalu, juara dunia dua kali itu mampu tampil trengginas dengan menyapu bersih hasil balapan.
Rekor Marc Marquez
Marc datang ke Mandalika dengan status juara dunia tujuh kali. Namun, ia belum pernah finis di Indonesia. Kemenangan di Lombok akan menyamakan rekornya dengan Valentino Rossi, yaitu 23 kemenangan di sirkuit berbeda. Ia hanya berjarak satu dari rekor Mick Doohan, 24 kemenangan.
Francesco Bagnaia sendiri, datang dengan semangat baru usai mendominasi di Motegi. Kebangkitannya setelah melewati masa-masa sulit, semoga menyajikan pertarungan klasik antara dirinya dengan rekan setimnya.
Harap diingat, Pecco pernah menang di Mandalika meski start dari posisi belakang. Kini ia berusaha menyalip Alex Marquez untuk posisi runner-up klasemen.
Perebutan Posisi Kedua
Sementara itu Alex Marquez, Marco Bezzecchi juga semakin membaik penampilannya. Kendati Alex telah kehilangan peluang juara, namun masih unggul 66 poin dari Bagnaia. Persaingan perebutan posisi kedua pun kian sengit.
Khusus Marco Bezzecchi yang tampil konsisten usai insiden di Jepang, menargetkan hasil lebih baik setelah finis kelima di dua edisi Mandalika sebelumnya. Sementara itu, Franco Morbidelli mulai unggul dari Pedro Acosta di perebutan posisi kelima klasemen. Dan Fabio Di Giannantonio juga tetap bersaing ketat.
Hal menarik lainnya dari pembalap Yamaha Fabio Quartararo yang optimis dengan ban baru. El Diablo pernah dua kali naik podium di Mandalika dan kini kembali berharap hasil positif.
“Indonesia bisa jadi trek bagus untuk kami. Ban baru mungkin membantu,” ungkap Quartararo.
Sang juara dunia 2021 menilai Mandalika adalah salah satu sirkuit menyenangkan. Catatan manisnya: podium kedua di MotoGP Mandalika 2022.
Honda Kembali Percaya Diri
Tak kalah menarik dengan Honda yang kembali percaya diri setelah Joan Mir meraih podium di Motegi. Itulah podium pertama Honda sejak 2021. Rekan setimnya, Luca Marini, juga siap tampil setelah pernah meraih pole position di Mandalika 2023.
Dari KTM, manajer tim Tech3 Nicolas Goyon menyebut Mandalika selalu penuh dukungan penonton. Enea Bastianini dan Maverick Vinales berusaha tembus lima besar.
Yamaha juga menaruh harapan pada Jack Miller dan Miguel Oliveira. Oliveira pernah juara di Mandalika 2022 dan kini tampil konsisten.
Kehilangan Jorge Martin
Hal kurang menyenangkan adalah Aprilia yang kehilangan Jorge Martin dan absen akibat cedera tulang selangka di Jepang. Tim memutuskan tidak membawa pembalap pengganti.
Patut dicatat di Mandalika juga penentuan perebutan gelar bagi Tim Ducati Lenovo. Meski gelar pembalap sudah dipastikan, pertarungan tim masih terbuka. Ducati Lenovo masih mengincar gelar juara tim musim ini, selain konstruktor.
Alhasil Grand Prix Indonesia di Mandalika akan kembali jadi panggung dramatis. Lombok siap menyajikan pertarungan panas di atas lintasan cepat. (boi)









