Jelang Moto3 Spanyol, Keluarga Wanti-Wanti Veda Ega Pratama

Targetkan Tampil Konsisten

Otoplasa.com – Jelang Moto3 Spanyol yang akan berlangsung pada 24-26 April 2026 mendatang, Veda Ega Pratama mendapatkan wanti-wanti dari keluarga. Terutama dari ayah kandungnya, Sudarmono yang juga merupakan mantan pembalap nasional.

Sang ayah berpesan putra kebanggaannya tampil konsisten. Bahkan menyebutkan senantiasa berada di 10 besar sudah menjadi bekal berharga dalam mengambil pengalaman dan pembelajaran di Moto3 2026.

Dalam dua pekan mendatang, sirkuit Jerez akan menjadi panggung pembuktian berikutnya bagi pembalap muda talenta Indonesia, Veda Ega Pratama. Setelah mengalami insiden pahit di Circuit of The Americas (COTA), Austin, beberapa pekan lalu, fokus kini beralih sepenuhnya pada proses pemulihan dan pematangan strategi menjelang seri Moto3 Spanyol.

Insiden highside di Tikungan 11 pada Lap 5 GP Americas memang memaksa Veda pulang tanpa tambahan poin. Namun, bagi sang ayah kecelakaan tersebut bukan sebuah kegagalan. Melainkan investasi pengalaman yang sangat mahal. Menurutnya, target keluarga Veda saat ini bukanlah kemenangan instan, melainkan kemampuan untuk menyerap ilmu di setiap lintasan baru.

Evaluasi Teknis di Austin
Sudarmono mengungkapkan bahwa insiden tersebut dipicu oleh agresivitas yang belum terukur di lintasan yang asing bagi Veda. Sebagai debutan di sirkuit teknis seperti COTA, kesalahan kecil dalam bukaan gas bisa berakibat fatal.

“Setelah balapan dia telepon. Permasalahannya, memang dia ada kesalahan, makanya ada slide ya, ngegasnya terlalu agresif. Jadi, ban belakangnya ada slide dan sirkuit itu memang baru bagi Veda, sirkuit baru, dan mungkin kondisi treknya belum terlalu hafal juga,” ungkap Sudarmono dilansir dari kanal Vidio Bola.com.

Meskipun harus merosot ke peringkat 7 klasemen sementara dengan koleksi 27 poin, kondisi fisik pembalap Honda Team Asia tersebut dipastikan dalam keadaan prima. Tidak ada cedera serius yang mengganggu persiapannya menuju daratan Eropa.

Menatap Jerez: Belajar dan Konsisten
Menuju Sirkuit Jerez, atmosfer kompetisi diprediksi akan semakin ketat. Jerez dikenal sebagai sirkuit yang sangat teknis dan menuntut keseimbangan motor yang sempurna. Di sinilah kedewasaan bertanding Veda akan diuji kembali. Sudarmono menegaskan bahwa target keluarga Veda tetap berpijak pada realitas persaingan Moto3 yang sangat dinamis.

Proses adaptasi menjadi poin utama dalam setiap arahan yang diberikan keluarga. Alih-alih memberikan beban podium, keluarga lebih menekankan pada stabilitas performa di barisan depan.

“Keyakinan untuk di Jerez, menurut saya ya tetap belajar, tapi mudah-mudahan dia tetap yakin bisa di 10 besar ya. Mudah-mudahan bisa lah 10 besar. Itu aja sih targetnya,” tegas Sudarmono mengenai perjuangan sang putra di seri Spanyol nanti.

Fokus pada Pengalaman
Veda Ega Pratama, yang merupakan juara Asia Talent Cup 2023, memiliki waktu istirahat sekitar satu bulan untuk mengevaluasi data dan memantapkan fisik. Mengingat statusnya sebagai pendatang baru di kelas Moto3, setiap putaran adalah babak baru dalam kamus pembelajarannya.

Menjaga ritme dan tetap berada di kelompok 10 besar adalah target keluarga Veda guna memastikan sang pembalap terus menimba jam terbang di level dunia. Bagi para penggemar balap di tanah air, konsistensi Veda di barisan depan adalah sinyal positif bahwa proses sekolah balap di kancah internasional ini berada di jalur yang benar.

Akankah Veda berhasil menembus 10 besar di Jerez?
Kita nantikan aksi impresif The Rising Star Indonesia ini di lintasan Andalusia. (boi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *