Veda Ega Pratama Ungkap Penyebab Crash di Moto3 GP Amerika

Pelajaran Berharga dari Austin

Otoplasa.com – Veda Ega Pratama mengungkap penyebab crash di Moto3 GP Amerika. Dia mengakui ini adalah pelajaran berharga dari Austin.

Seperti diketahui nasib kurang beruntung harus dialami talenta muda Indonesia, yang dalam penampilannya di Circuit of the Americas (COTA), Minggu (29/3). Pembalap Honda Team Asia tersebut gagal menyentuh garis finis (DNF) setelah terjatuh di lap kelima. Melalui rilis resmi tim, muncul penjelasan Veda Ega Pratama mengenai insiden yang memaksanya mengakhiri balapan lebih awal di Austin.

Memulai balapan dengan tensi tinggi, Veda sebenarnya menunjukkan progres yang menjanjikan. COTA yang dikenal memiliki karakter teknis dengan perubahan arah yang cepat menuntut konsentrasi penuh. Rider binaan Astra Honda Motor ini sempat terlibat dalam aksi saling salip di rombongan tengah sebelum akhirnya menemukan ritme balap yang kompetitif.

“Balapan hari ini sangat berat bagi saya karena sejak awal terjadi banyak persaingan sengit di dalam grup, dan tidak mudah untuk mengendalikan semuanya. Namun setelah itu saya mulai merasa lebih baik, menemukan ritme saya, dan mampu menyalip beberapa pembalap serta mulai mengejar grup depan,” ungkap Veda.

Kronologi Insiden Lap Kelima
Memasuki lap kelima, kepercayaan diri Juara Asia Talent Cup 2023 ini sedang berada di puncaknya. Ia merasa memiliki kecepatan (pace) yang cukup untuk merangsek ke barisan depan. Namun, sebuah kesalahan kecil di sirkuit sepanjang 5,5 kilometer tersebut berakibat fatal.

Dalam penjelasan Veda Ega Pratama, ia mengakui bahwa faktor teknis di atas motor dipicu oleh kesalahan pengambilan keputusan saat melahap tikungan. Veda sempat melebar dari racing line ideal yang membuatnya kehilangan momentum.

“Sayangnya, saya melakukan kesalahan dan itu mengakhiri balapan saya. Saya sedikit melebar dan kemudian membuka gas terlalu agresif saat masih menikung, dan saya kehilangan kendali motor,” papar Runner Up Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025 tersebut.

Kehilangan traksi roda belakang akibat bukaan gas yang terlalu dini (highside) seringkali menjadi momok bagi pembalap di kelas Moto3 yang sangat kompetitif. Di titik itulah, kontrol motor menjadi hilang sepenuhnya dan mengakibatkan Veda terhempas ke aspal.

Fokus Menuju Seri Jerez: 24-26 April 2026
Meski merasa kecewa karena kehilangan peluang meraih poin penting di Amerika, Veda tetap menunjukkan mentalitas petarung. Baginya, setiap kegagalan di musim debut atau tahun-tahun awal karier internasional adalah investasi ilmu untuk tampil lebih matang.

Melengkapi penjelasan Veda Ega Pratama, sang pembalap menegaskan bahwa ia tidak ingin larut dalam kesedihan. Ia memilih untuk segera mengevaluasi data dan mempersiapkan diri menghadapi seri berikutnya yang akan berlangsung di daratan Eropa.

“Tentu saja saya kecewa, karena saya pikir hari ini kami memiliki kesempatan yang baik, tetapi ini juga bagian dari pembelajaran dan mendapatkan pengalaman. Saya akan mengambil ini sebagai pelajaran penting dan kembali lebih kuat di Jerez,” tutup Veda optimis.

Sesuai kalender balap, perjuangan Veda akan berlanjut di GP Spanyol yang digelar di Sirkuit Jerez pada 24-26 April 2026. Lintasan Jerez yang legendaris diharapkan menjadi tempat penebusan bagi Veda, mengingat ia memiliki catatan impresif saat melakoni tes pramusim di sana awal tahun ini. (boi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *