otoplasa.com, Jakarta – Kemacetan parah melanda sejumlah ruas jalan utama di Jakarta pada Rabu (28/5/2025), menjelang libur panjang dalam rangka peringatan Kenaikan Isa Almasih dan cuti bersama. Kepadatan lalu lintas terutama terjadi pada jam pulang kantor, menyebabkan waktu tempuh meningkat hingga dua kali lipat dan memicu keluhan warga di media sosial. Untuk itu AXA mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga kesehatan mental.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Komarudin, menjelaskan bahwa kemacetan tersebut dipicu oleh banyaknya warga yang memilih pulang lebih awal demi menghindari kepadatan saat libur dimulai.
“Jadi sementara yang kami perkirakan, kemacetan kemarin terjadi saat jam kepulangan kantor, mengingat saat itu mungkin hari terakhir bekerja sebelum libur panjang. Hal ini berdasarkan pemantauan akses kendaraan yang keluar Jakarta pada sore hingga malam,” ujar Komarudin seperti dikutip dari Antara.

Fenomena kemacetan tidak hanya berdampak pada kelancaran mobilitas, tetapi juga membawa konsekuensi terhadap kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan mental. Beberapa studi menunjukkan bahwa waktu perjalanan yang lama dalam kondisi macet dapat meningkatkan tingkat stres dan berdampak pada kesejahteraan psikologis.
Menanggapi isu ini, AXA dan AXA Mandiri mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental melalui platform Mind Health Self-Check. Layanan pemeriksaan mandiri ini dapat diakses secara gratis di [https://mindhealthselfcheck.axa.com](https://mindhealthselfcheck.axa.com), dan dirancang untuk membantu pengguna memahami kondisi mental mereka lewat serangkaian pertanyaan tentang gaya hidup, keterampilan pribadi, dan keadaan emosional.
Diluncurkan sejak November 2024, platform ini kini tersedia di 13 negara dan dalam 10 bahasa. Tujuannya adalah memberikan panduan awal dalam mengenali serta mengelola kondisi mental, sekaligus menghapus stigma terkait isu kesehatan jiwa.
“AXA dan AXA Mandiri mengajak karyawan dan masyarakat membuat perbedaan dengan mengukur kesehatan mental mereka secara mandiri melalui platform ini. Lingkungan kerja yang dikelilingi kesehatan mental yang terjaga akan membuat karyawan dan masyarakat lebih maksimal dalam meraih cita-citanya,” ujar Presiden Direktur AXA Mandiri, Handojo G. Kusuma.
Dalam riset global yang dilakukan AXA bersama lembaga survei IPSOS terhadap 17.000 responden di 16 negara, tercatat bahwa sepertiga populasi dunia (32%) hidup dengan gangguan kesehatan mental. Survei juga mengungkap bahwa 52% responden dari kalangan muda merasa media sosial dan digitalisasi berdampak negatif terhadap kondisi psikologis mereka.
Tiga faktor utama yang memengaruhi kesehatan mental masyarakat global adalah ketidakstabilan finansial, kondisi global yang tidak pasti, serta paparan berita negatif. Laporan yang sama juga mencatat peningkatan jumlah cuti sakit akibat masalah kesehatan mental, yang mencapai 27% pada tahun 2024, naik empat poin dari tahun sebelumnya.
Melalui kampanye ini, AXA berharap dapat mendorong perubahan pandangan masyarakat terhadap isu kesehatan jiwa, dari yang semula penuh stigma menjadi lebih terbuka terhadap perilaku positif yang mendukung pertumbuhan dan ketahanan mental individu.
Laporan lengkap AXA Mind Health Survey 2025 dapat diakses di situs resmi AXA: [https://www.axa.com/en/about-us/mind-health-report](https://www.axa.com/en/about-us/mind-health-report). (boi)










