Berkat Sigra Buronan Kejati Tertangkap

otoplasa.com – Upaya terpidana kasus korupsi pelepasan aset PT Panca Wira Usaha (PWU) Wisnu Wardhana meloloskan diri dari kejaran Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur berakhir Rabu (09/01) pagi di Jalan Kenjeran Surabaya. Terlepas dari kasus yang menjerat mantan Ketua DPRD Surabaya tersebut, tampaknya Kejati wajib say thank you pada Daihatsu Sigra yang dinaiki Wisnu Wardhana.

Kok bisa?
Akibat LCGC berpenggerak roda depan tersebut, kedua rodanya menggantung tak sempurna usai melindas motor yang tepat berada di bawah mesin. Alhasil meski pedal gak diinjak sedalam mungkin, akibat posisi roda kanan depan yang menggantung ditambah roda kiri depan yang tak menapak sempurna, muncullah kepulan asap tanda ban berputar tergerus aspal atau dengan kata lain tak mendapatkan traksi sempurna di permukaan jalan.

Andai mobil yang dinaiki berpenggerak roda belakang, mungkin cerita pelarian Wisnu Wardhana bisa berbeda. Sekadar informasi, Sigra yang dinaiki memiliki groud clearance 180 milimeter atau 18 cm. Bila dipaksakan menabrak motor dampaknya bisa ditebak. Motor yang awalnya sengaja ditaruh di depan mobil sebagai penahan supaya mobil tak kabur, akhirnya terjatuh dan terlindas hingga terperosok ke bawah mesin. Akibat mesin menyalurkan tenaga ke roda depan yang tergantung, tuntas sudah upaya pelariannya.

Awalnya insiden penangkapan sempat dianggap sebagai kecelakaan. Namun pihak Kejati Jatim via Kasi Intel Kejari Surabaya I Ketut Kasna memberikan klarifikasi. “Tidak ada kecelakaan, tetapi ada penangkapan terhadap terpidana kasus dugaan korupsi. Kami juga mohon maaf karena terjadi kemacetan. Karena dari pagi kami mengejar DPO terpidana,” katanya seperti Otoplasa kutip dari Radio Suara Surabaya.

Ketut memaparkan saat itu anggotanya menghentikan mobil yang dikendarai Wisnu Wardhana di depan gang Lebak Jaya, Kenjeran, Surabaya. Namun, Wisnu berupaya kabur sehingga memaksa petugas menahan laju Sigra dengan menaruh sepeda motornya di depan mobil.

“Anggota yang membawa sepeda motor itu sempat terjepit karena berada di antara mobil dan motor dengan harapan terpidana tidak memajukan kendaraannya. Ternyata malah anggota kami ditabrak. Beruntung anggota kami selamat,” terangnya.

Dari pengalaman Otoplasa yang sempat bersua dengan Wisnu beberapa tahun lalu, mantan politisi Demokrat itu mengoleksi Hummer warna kuning. Bila saja saat pengejaran menaiki mobil yang memiliki sistem penggerak 4×4, ceritanya bisa lain. Tetapi intinya semoga kasus yang menjeratnya segera selesai sesuai dengan hukum yang berlaku. (anto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *