Otoplasa.com – BMW resmi memperkenalkan BMW iX3 2026, SUV listrik pertama yang menggunakan platform Neue Klasse. Model ini menandai era baru dalam desain, teknologi, dan efisiensi kendaraan listrik. Terutama jarak tempuhnya yang mencapai 800 km.
Sejarah baru BMW kali ini adalah pemakaian platform Neue Klasse. Merupakan investasi terbesar BMW sepanjang sejarahnya. CEO BMW, Oliver Zipse, menyebutnya sebagai era baru bagi perusahaan. Generasi kedua iX3 (kode NA5) kini sepenuhnya berbeda dari pendahulunya yang berbasis CLAR. Semua aspek, mulai dari desain, motor listrik, hingga sistem digital, didesain ulang dari awal.
Model ini mengadopsi konsep Vision Neue Klasse X yang hadir perdana 2025. Desainnya tampak minimalis, elegan, dan aerodinamis. Permukaan bodi dibuat lebih bersih dengan handle pintu rata dan garis bodi lebih halus. Hasilnya, koefisien drag turun menjadi 0,24, lebih baik dari generasi sebelumnya 0,29.

Desain Eksterior: Gabungan Retro dan Futuristik
Tampilan depan iX3 terinspirasi dari sedan Neue Klasse era 1960-an. Gril vertikal kini hadir dengan bingkai bercahaya, menggantikan krom tradisional. Lampu depan LED vertikal berpadu dengan garis cahaya horizontal yang menciptakan karakter modern dan berani.
Bagian belakang menampilkan lampu LED yang merentang hingga tengah, mengikuti bahasa desain Vision Neue Klasse X. Detail kecil seperti emblem “i” dihilangkan untuk tampilan lebih bersih. Velg aero 20 inci menjadi standar, sementara ukuran 21 dan 22 inci tersedia untuk varian BMW Individual.
Interior Digital: Revolusi Teknologi Kabin
Masuk ke kabin, BMW iX3 2026 menunjukkan transformasi paling radikal dalam sejarah BMW. Panel instrumen klasik dan kontrol iDrive putar kini digantikan layar sentuh 17,9 inci dengan resolusi tinggi, menghadap ke pengemudi.
Teknologi baru bernama Panoramic Vision menampilkan data di bawah kaca depan melalui layar selebar 43 inci. Fitur ini memungkinkan pengemudi memindahkan konten antarwidget sesuai kebutuhan. Selain itu, tersedia juga head-up display 3D yang menampilkan navigasi dan data keselamatan secara real-time.
Setir kini dilengkapi shy-tech controls, yaitu tombol tersembunyi yang menyala hanya saat digunakan. Meski digital, BMW tetap mempertahankan beberapa tombol fisik penting seperti volume, lampu hazard, dan pengaturan AC.
Performa dan Baterai: Efisiensi Maksimal
BMW menyematkan sistem eDrive generasi keenam dengan motor lebih ringan dan efisien. Baterai baru berbentuk silinder memiliki kepadatan energi 20% lebih tinggi. Bobot drivetrain berkurang 10%, dan efisiensi energi meningkat hingga 40%.
Kapasitas baterai 108 kWh mendukung pengisian cepat 800 volt hingga 400 kW. Dalam 21 menit, daya bisa terisi dari 10% hingga 80%. Hanya dalam 10 menit, jarak tempuh bisa bertambah 350 km. Total jarak tempuh mencapai 800 km menurut WLTP, atau sekitar 640 km menurut standar EPA—menjadikannya salah satu SUV listrik dengan jarak terjauh di dunia.
Motor ganda iX3 menghasilkan tenaga 463 hp dan torsi 644 Nm, dengan akselerasi 0–100 km/jam dalam 4,9 detik. Kecepatan maksimum dibatasi secara elektronik hingga 210 km/jam.
Dimensi dan Kapasitas
iX3 2026 memiliki panjang 4.782 mm, lebar 1.895 mm, dan jarak sumbu roda 2.897 mm. Dimensi ini memberi ruang kabin lega setara SUV bermesin bensin di kelas menengah atas.
Kapasitas bagasi mencapai 520 liter, dapat diperluas menjadi 1.750 liter dengan kursi belakang terlipat. Tersedia juga ruang tambahan 58 liter di bagasi depan, serta kemampuan derek hingga 2.000 kg.
Varian dan Produksi Global
Pada peluncuran awal, iX3 hadir dalam versi xDrive 50 dengan sistem penggerak empat roda. Varian bermotor tunggal, M Performance, dan versi BMW M penuh akan menyusul kemudian.
Pilihan warna baru seperti Ocean Wave Blue dan Polarized Grey, serta opsi kulit premium tersedia melalui paket M Sport. Produksi akan dimulai November 2025 di pabrik baru BMW di Debrecen, Hungaria. Versi wheelbase panjang khusus pasar Tiongkok akan menyusul pada 2026.
SUV listrik ini akan debut di Amerika Serikat pada musim panas 2026, dengan pasar utama di Eropa dan Amerika Utara. Yang akan bersaing langsung dengan Mercedes-Benz EQE SUV, Audi Q8 e-tron, dan Tesla Model Y Long Range. Namun, efisiensi baterai, desain futuristik, serta teknologi digital kabin menjadikannya ancaman serius di segmen SUV listrik premium. (ton)










