otoplasa.com, Spanyol – Bos Ducati Claudio Domenicali, selaku CEO menyentil Marc Marquez yang terjatuh di MotoGP Jerez. Menurutnya juara dunia delapan kali itu terlalu percaya diri hingga berdampak finish di luar 10 besar, namun tetap memuji kemenangan sang adik, Alex Marquez.
Demikian petinggi pabrikan otomotif yang bermarkas di Borgo Panigale, Bologna Italia tersebut mengungkapkan perasaannya atas kiprah duo bersaudara Marquez di Jerez. Kendati sang pembalap pabrikan tampil mengecewakan, Domenical tetap merasa puas.

Walaupun podium utama tidak ditempati Marc Marquez maupun Francesco Bagnaia yang harus puas finish di tempat ketiga, kemenangan Alex Marquez bersama tim Gresini Ducati mempersembahkan pencapaian istimewa. Alasannya balapan Jerez kemarin mengantarkan Ducati menyamai rekor Honda dengan 22 kemenangan beruntun.
“Ini adalah momen luar biasa,” ujar Domenicali.
“Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras yang sudah dimulai sejak lama, dengan motor yang kompetitif dan pembalap-pembalap yang kuat. Namun hari ini, Quartararo juga tampil hebat, yang menunjukkan bahwa pabrikan lain terus berusaha keras memanfaatkan berbagai kemudahan konsesi yang ada.”
Tampilnya penantang baru dari Yamaha, Domenicali yakin persaingan di MotoGP saat ini tidak sepenuhnya setara. “Tidak semua orang ingat bahwa kita tidak berlomba dengan regulasi yang sama. Beberapa pabrikan mendapat kesempatan melakukan pengujian dengan pembalap resmi dan mengembangkan mesin lebih bebas. Karena itu, saya yakin jarak antar pabrikan akan semakin mengecil,” jelasnya.
Ketika ditanya tentang kemenangan mengejutkan Alex Marquez, Domenicali mengatakan, “Alex sudah beberapa kali menunjukkan performa bagus. Di Jerez, dia membalap dengan sangat baik. Bravo, Alex!”
Sebaliknya, nasib kurang beruntung justru dialami Marc Marquez. “Marc itu luar biasa, dia mengendarai motornya dengan sangat baik. Sesekali dia melakukan kesalahan kecil karena terlalu percaya diri. Tapi dia menunjukkan bahwa dia sudah menyatu dengan motornya. Semoga saja ke depannya tidak sering terjadi lagi,” harapnya.
Sementara itu, bagi Francesco Bagnaia, akhir pekan di Jerez terasa pahit-manis. “Pecco telah memenangkan tiga balapan terakhir di sini, jadi finis ketiga terasa kurang memuaskan baginya. Sayangnya, motornya tidak memberinya rasa percaya diri yang cukup untuk melakukan overtaking seperti musim lalu. Tim sedang bekerja untuk memperbaiki situasi ini,” ungkap Domenicali.
Soal peluang memecahkan rekor kemenangan beruntun ke-23 di Le Mans, Domenicali memilih untuk tetap tenang. “Kami ke Prancis dengan fokus untuk menjalani balapan yang baik. Soal rahasia sukses, itu tetap menjadi rahasia dan tersimpan rapi,” urainya.
Bila di Le Mans Ducati meraih podium pertama, maka rekor kemenangan beruntun sebanyak 23 kali bakal pecah. Ducati akan menorehkan sejarah sebagai pabrikan roda dua yang mengukir kemenangan tanpa henti di abad ini. (boi)














