Otoplasa.com – Bos Mitsubishi, Takao Kato memastikan duo hybrid andalannya, yakni Xpander HEV dan Xforce HEV bakal mewarnai jalanan di negara-negara Asia Tenggara. Mitsubishi akan lebih berkonsentrasi di lima negara besar ASEAN demi melawan ekspansi Tiongkok.
Takao Kato, yang juga CEO Mitsubishi Motors resmi menyatakan perang teknologi di pasar otomotif demi menggaet pelanggan. Pabrikan berlogo tiga berlian ini bertaruh penuh pada teknologi hibrida. Langkah ini diambil supaya konsumen bisa kembali menikmati teknologi terkini yang juga lebih ramah lingkungan dari Mitsubishi.
Kato yang baru saja menemui Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr memaparkan kunjungannya atas keseriusan ekspansi pabrikannya. Pada pertemuan tersebut, dia mengungkap rencana besar investasi lokal. Mitsubishi akan mengucurkan dana sebesar 7 miliar peso atau sekitar Rp1,9 triliun. Investasi ini difokuskan untuk memperluas lini perakitan kendaraan ramah lingkungan.
Xforce dan Xpander Jadi Ujung Tombak
Fokus utama Hybrid Mitsubishi di Asia Tenggara adalah model-model populer. Mitsubishi Xforce dan Xpander versi Hybrid kini menjadi primadona baru. Di Thailand, kedua model ini telah mendapatkan respon pasar yang sangat luar biasa.
“Kami ingin berkontribusi lebih pada kemajuan elektrifikasi kendaraan dan pengembangan industri,” ujar Takao Kato seperti yang disampaikan Asahi.
Mitsubishi menilai infrastruktur pengisian daya EV di ASEAN belum merata sepenuhnya. Hal inilah yang membuat mereka optimis bahwa mesin hibrida lebih realistis bagi konsumen. Mobil hibrida menawarkan efisiensi bahan bakar tanpa rasa khawatir akan kehabisan daya baterai.
Mengapa Hybrid Lebih Unggul di ASEAN?
Tentu langkah Mitsubishi ini dianggap sangat taktis dan cerdas. Ada tiga alasan utama mengapa strategi ini diprediksi akan sangat sukses:
1. Infrastruktur: Pengisian daya mandiri pada sistem Hybrid tidak bergantung pada ketersediaan SPKLU.
2. Karakter Jalan: Mobil Mitsubishi dikenal tangguh menerjang medan berat dan jalanan yang banjir.
3. Nilai Jual: Harga jual kembali mobil hibrida cenderung lebih stabil dibandingkan mobil listrik murni.
Keberhasilan Hybrid Mitsubishi di Asia Tenggara diharapkan mampu mengembalikan pangsa pasar yang mulai tergerus. Saat ini, pangsa pasar Mitsubishi di lima negara besar ASEAN berada di angka 7,4 persen. Mereka bersaing ketat dengan Honda dan Suzuki, sementara di Malaysia adu otot dengan Perodua.
Bagaimana Strategi untuk Pasar Indonesia?
Indonesia tetap menjadi pasar paling krusial bagi masa depan global Mitsubishi Motors. Kondisi ekonomi kelas menengah yang dinamis menuntut kendaraan yang efisien namun tetap bertenaga. Mitsubishi berencana membawa teknologi hibrida ini untuk memperkuat lini produk MPV dan SUV mereka.
Setelah Thailand dan Filipina, Indonesia diprediksi akan menjadi basis produksi model hibrida selanjutnya. Dukungan pemerintah Indonesia terhadap kendaraan elektrifikasi menjadi sinyal positif bagi prinsipal Jepang tersebut. Diyakini Xpander Hybrid akan menjadi pengubah permainan (game changer) di pasar domestik, bersama Xforce.
“Saat ini, kendaraan hibrida dan model baru kami menerima ulasan yang sangat kuat,” tegas Kato optimis.
Dominasi Hybrid Mitsubishi di Asia Tenggara bukan sekadar tentang menjual produk ramah lingkungan. Ini adalah upaya mempertahankan supremasi Jepang di tengah gempuran merek-merek baru. Mitsubishi kini siap membuktikan bahwa teknologi transisi adalah solusi terbaik saat ini.
Jadi kita tunggu kejutan Mitsubishi di Ajang GIIAS 2026 nanti. (boi)















