Jasa Raharja Tunjuk Mahasiswa Duta Keselamatan Berlalu-Lintas

Police and Jasa Raharja Goes To Campus and Safety Riding
Surabaya (otoplasa.com) – Masih tingginya angka kecelakaan di Indonesia yang melibatkan usia produktif, coba ditekan oleh PT Jasa Raharja (Persero) bersama Polantas Polri. Bersama-sama sepakat menunjuk para mahasiswa sebagai duta keselamatan yang dapat ditularkan kepada masyarakat yang lain. Demikian yang tergambar pada kegiatan ‘Police and Jasa Raharja Go To Campus and Safety Riding’ yang berlangsung Rabu (5/9) di Airlangga Convention Center, Kampus C Unair.

Korban kecelakaan lalu lintas rata-rata usia produktif 19-30 tahun. Dalam setahun mencapai hingga 30 ribu orang, dimana sehari ada korban meninggal sebanyak 75 orang. Terlalu mirisnya jumlah kecelakaan yang tinggi, Jasa Raharja bersama Polri melakukan sosialisasi supaya mahasiswa mendapatkan pemahaman tentang etika berlalu lintas, para peserta pun diajak simulasi safety riding.

Direktur Operasional PT Jasa Raharja Amos Sampetoding mengatakan, kegiatan sosialisasi tersebut sekaligus menjadikan mahasiswa sebagai ambassador atau duta keselamatan berlalu lintas. Sebab, banyak kecelakaan yang disebabkan oleh anak-anak muda atau usia produktif. Sebagai generasi milenial, mahasiswa lebih mudah menyadarkan dan memberikan informasi kepada orang lain. “Para mahasiswa atau masyarakat usia produktif inilah sebagai ambasador keselamatan lalu lintas,” tegas Amos.

Sebagai informasi, setiap satu korban meninggal dunia, Jasa Raharja memberikan santunan sebesar Rp 50 juta dan Rp20 juta bagi korban luka-luka. “Jika ditotal, uang yang keluar untuk santunan mencapai trilliunan rupiah,” wanti Amos.

Dengan adanya kegiatan sosialisasi kepada mahasiswa, ke depannya diharapkan etika berkendara dapat meningkat dan angka kecelakaan turut berkurang.

Sementara itu Pujiyono Surachman Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri mengatakan seharusnya karakter masyarakat Indonesia yang ramah dan peduli kepada sesama, idealnya menular saat berkendara di jalan raya. Namun kenyataan yang ditemui justru masih banyak yang tak beretika.

“Fenomena ini tidak mencerminkan budaya masyarakat Indonesia yang beretika, dan sudah dalam tahap memprihatinkan,” sesalnya.

Harapannya dengan kegiatan sosialisasi safety riding, acara yang digagas Jasa Raharja di tiap-tiap provinsi dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat di jalan raya. Pada program kali ini turut hadir aksi polisi cilik asuhan Polres Kediri dan Komika Dodit Mulyanto serta ratusan komunitas kendaraan roda 2, yang mendapatkan helm standar SNI. (anto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *