otoplasa.com, Aragon – Pembalap Lenovo Ducati Factory Racing, Marc Marquez menegaskan bahwa motor GP25 dan GP24 adalah sama. Hanya saja ketika ada fitur baru yang diterapkan pada salah satu motor, maka akan membuat perbedaan besar.
Begitu penjelasan Si Semut Cervera setelah mendominasi akhir pekan di Aragon dengan kemenangan di Sprint dan balapan utama (GP), serta meraih pole position dan catatan waktu tercepat. Marc Marquez memaparkan ia mengumpulkan sejumlah data penting yang diyakini akan berpengaruh besar terhadap kelanjutan kejuaraan di musim ini, khususnya di sesi ujicoba usai GP Aragon.
“Kami memfokuskan sebagian besar sesi hari ini untuk menguji paket aerodinamika baru,” ujar Marquez.
“Tes berikutnya akan berlangsung di Misano dan sudah terlambat jika ingin menghomologasi aero baru di sana. Hasilnya cukup positif meskipun versi standarnya sangat kompetitif. Kami harus melakukan penyetelan agar seimbang. Sekarang setelah mencoba berbagai kombinasi, kami akan memilih mana yang terbaik.”

Mengenai efektivitas pengujian, Marquez menjelaskan bahwa berkendara sendiri memberikan data yang lebih akurat untuk penyetelan motor. “Kalau di belakang pembalap lain, karakter mesin berubah dan downforce-nya pun berbeda,” detilnya.
Sama seperti rekan sesama pembalap Ducati, Francesco Bagnaia, Marquez turut menjajal cakram rem berukuran lebih besar. Namun, hasilnya tak terlalu mencolok. “Menurut saya tidak ada perbedaan signifikan. Cuma soal suhu dan bobotnya sedikit lebih berat. Cakram 355 mm memberikan respons pengereman lebih minim, tapi tenaga lebih besar saat melaju lurus. Tapi di sirkuit ini, performa maksimalnya hanya terasa di Tikungan 1 dan 16,” jelasnya.
Saat ditanya perihal perbandingan ban Michelin untuk musim 2025 dan 2026, Marquez mengaku belum menjajal keduanya secara langsung. “Ducati tidak meminta saya mencobanya. Program saya hari ini sudah cukup padat. Tapi pagi tadi saya mencatat waktu 1 menit 45,7 detik dengan ban baru.”
Marquez, yang kini kembali ke performa terbaik setelah bertahun-tahun dilanda cedera dan masalah fisik, khususnya pada lengan kanannya mengungkapkan bahwa ia masih rutin berkomunikasi dengan tim dokter yang pernah menanganinya.
“Saya belum melakukan pemeriksaan lagi baru-baru ini, meski kadang masih terasa nyeri. Tapi itu wajar setelah empat kali operasi. Para dokter itu bahkan mulai menyukai balap, salah satunya sudah dua kali menonton langsung GP Jerez,” candanya.
Pembalap berusia 32 tahun ini juga menegaskan bahwa motor GP25 yang dikendarainya sejatinya sama dengan GP24. “Itu motor yang sama. Kami hanya mulai menambahkan pembaruan. Bahkan kalau kami, para pembalap tim pabrikan, ingin motor Alex (Marquez), kami bisa memakainya. Di pramusim, kami bahkan sempat memilih mesin lama.”
Lebih lanjut, Marquez menyoroti pentingnya pengujian lintas sirkuit sebelum mengesahkan pembaruan teknis. “Perubahan itu selalu membawa risiko. Karena itu, sebelum homologasi, harus diuji di berbagai kondisi. Di sini, permukaan lintasan terlalu banyak karet bekas ban.”
Menutup pernyataannya, Marquez berbicara mengenai kemungkinan terciptanya kesenjangan teknis antara tim pabrikan dan tim satelit seperti Gresini Racing. “Sebagai tim pabrikan, kami memang mencoba tampil berbeda dari tim satelit. Tapi, seperti pada balapan hari Minggu, kami masih memakai motor yang sama dengan Alex. Beberapa fitur baru memang belum sepenuhnya siap,” paparnya.
Disinggung tentang performa sang adik, Marc berharap dia tetap bisa tampil kompetitif hingga akhir musim. “Dia tetap saudara saya, dan saya selalu mendoakan yang terbaik untuknya. Soal keputusan teknis, semuanya ada di tangan Ducati,” pungkasnya. (boi)















