Marquez & Rinz, Antara Juara Kelas & Matematika

Otoplasa.com – Lebih bergengsi mana juara matematika atau juara kelas?
Bila ingat masa-masa sekolah, tentu semuanya sangat bergengsi. Hanya saja dari pengalaman Otoplasa, tampaknya juara kelas mudah terlupakan, sementara jagoan matematika lebih mudah diingat.

Sekilas antara juara kelas maupun matematika ini nyaris mirip dengan pertarungan Marc Marquez dan Alex Rinz. Alih-alih keluar sebagai jawara MotoGP Silverstone, justru Marquez ditelikung di lap terakhir oleh aksi brilian Rinz!

Selisih waktunya pun bikin miris, karena hanya jeda 0,013 detik atau lebih cepat dari kedipan mata. Terlalu pintarnya Rinz memperhitungkan waktu serta jumlah tikungan dan lap terakhir, pembalap Suzuki ini bagaikan ahli matematika yang mampu mengungguli performa The Baby Alien.

Seperti pujian mantan pembalap MotoGP, John Hopkins. Menurutnya Rins berhasil menipu Marquez di lap-lap akhir. Pembalap Repsol Honda itu boleh tampil dominan selama balapan berlangsung, namun hasil akhir yang menentukan. “Itu adalah manuver yang direncanakan dengan sempurna,” kata Hopkins.

Rins jagoan strategi satu lap menjelang balap berakhir. Ketika itu Rins coba menyalip Marquez dari sisi luar, dan pemilik nomor start 93 itu tak mau memberikan ruang. Hingga terkesan Rins bakal keluar dari jalur racing line yang telah diambilnya.

Terpatri sisi luar yang akan kembali menjadi tumpuan Rinz di lap berikutnya, justru Marquez terperdaya di lap terakhir. Ketika itulah secara cerdik Rins di tikungan yang sama merubah haluan dari sisi dalam. Hasilnya akselerasi dan performa motor Suzuki benar-benar di luar jangkauan Marquez.

Sekali lagi Marque terkapar hingga kali ketiga di lap terakhir selama musim MotoGP 2019. Dua kali dipecundangi Andrea Dovisiozo dan Rinz. Namun bagi Marquez, rasa malu dikangkangi Rinz sesungguhnya tak cukup ketika dia berkelit lebih mementingkan poin kejuaraan dunia. Bagaimanapun aksi Rinz bakal lebih diingat oleh para penggemar MotoGP, meskipun nantinya dia akan menjadi juara dunia 2019.

Boleh dikata Marquez menjadi juara dunia sudah biasa karena telah beberapa kali direngkuhnya. Namun ketika dia nyata-nyata dikibuli Rinz di Silverstone adalah hal yang luar biasa. Intinya juara kelas tampaknya kalah pamor dibandingkan juara matematika.

Setuju? (anto/01-09-2019)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *