Rasionalkah Beli Tesla Meski Perpres Listrik Sudah Ada?

Otoplasa.com – Memiliki uang berlebih dan ingin membeli mobil listrik?
Mungkin pilihan masuk akal kali ini adalah penawaran dari Prestige Motorcars yang mendatangkan Tesla Model 3 dari Amerika Serikat.

Hadir dalam tiga varian, yaitu Standard Range Plus, Long Range, dan Performance. Masing-masing varian tersedia dalam lima pilihan warna;
1. Pearl White Multi Coat,
2. Solid Black,
3. Midnight Silver Metallic,
4. Deep Blue Metallic, &
5. Red Multi Coat.
Tersedia pula yang memakai velg 18 inci Aero Wheels.

Harganya?
Cukup Rp 370 juta atau 35 ribu USD. Eiit tunggu dulu, ini harga bagi warga Paman Sam alias beli disana. Jika sudah diusung ke Indonesia, maka melonjak hingga beberapa kali lipat.

Menurut Presiden Direktur Prestige Motorcars, Rudy Salim, Tesla Model 3 harganya telah mencapai lebih dari Rp 1 miliar. Ini karena dia dihajar beberapa pajak, diantaranya;
– PIB (Pemberitahuan Impor Barang) sebesar 50%,
– PPN (Pajak Pertambahan Nilai) 10% dan
– PPH (Pajak Penghasilan) 10%,
– BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor) sekitar 11%, ketika kendaraan akan digunakan.

Lalu bagaimana implikasi dari kemunculan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019? (Yang mengatur tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai yang baru saja diteken 12 Agustus 2019 lalu).

Ternyata karena Tesla Model 3 adalah kendaraan yang ramah lingkungan, maka pajak penjualan atas barang mewah nol persen alias dibebaskan. Bayangkan bilamana tak ada Perpres Nomor 55 tahun 2019, harganya makin di luar nalar. Jadi wajarlah bilamana mobil-mobil tunggangan menteri masih memilih Toyota Crown.

Lalu apa keuntungan lainnya bilamana mengendarai Tesla?
Jika Anda di Jakarta, ada beberapa keuntungan menaiki kendaraan listrik, yakni:
– Kebal pembatasan peredaran kendaraan seperti plat nomor ganjil genap, dan
– Ke depan Pemerintah Daerah mencanangkan kebijakan bebas biaya parkir untuk tempat-tempat parkir di lokasi yang telah ditentukan.

Apakah ini worth it?
Tampaknya bagi yang punya uang pun masih pikir-pikir dua kali lipat. Dengan membelanjakan uang lebih dari Rp 1 miliar, di luar sana masih ada beberapa pilihan sedan yang tak kalah nyaman di harga Rp 500 jutaan. Kalaupun beli 2 unit bisa menyiasati pembedaan nomor ganjil maupun genap. Itupun merek yang ditawarkan telah memiliki jaringan after sales di banyak kota.

Terlalu spesifiknya segmen kendaraan listrik saat ini, mungkin hanya tokoh-tokoh tertentu saja yang tertarik untuk memilikinya. Otoplasa pun teringat beberapa tahun lalu ketika Raja Media, Dahlan Iskan pernah memajang Tesla koleksinya di pelataran lobi depan Graha Pena Surabaya.

Meski Tesla sendiri sudah ada beberapa tahun lalu di Indonesia, namun kehadiran lalu lalang unitnya di jalanan Tanah Air hampir tak terasa. Artinya konsumen otomotif masih wait & see hendak dibawa kemana era mobil listrik yang berdengung kencang saat ini. (anto/02-09-2019)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *