otoplasa.com, Jepang – Pembalap Red Bull, Max Verstappen, berpeluang menggeser pimpinan klasemen F1 dari Lando Norris usai memenangkan GP Suzuka, Jepang, Minggu, 6 April 2025. Dimana selisih antara keduanya hanya satu poin dan yang tak kalah penting, hasil ini menjadi kado terindah bagi Honda di Suzuka, yang pada 2026 nanti berpisah dengan Red Bull!
Max mengaku sangat gembira setelah meraih kemenangan keempat secara beruntun di Sirkuit Suzuka, Jepang. Dalam balapan yang berlangsung dramatis, Verstappen bukan hanya harus bangkit dari awal akhir pekan yang sulit, tapi juga menghadapi momen menegangkan dengan Lando Norris saat keluar dari pit stop.
Verstappen yang secara mengejutkan merebut pole position di akhir sesi kualifikasi Sabtu, yang diwujudkan dengan langsung memimpin jalannya balapan sejak start. Ia berhasil mengatasi tekanan dari duet McLaren, Lando Norris dan Oscar Piastri.

Insiden sempat terjadi saat Verstappen dan Norris sama-sama masuk pit di lap yang sama. Red Bull mengalami sedikit keterlambatan saat pergantian ban, sehingga saat Verstappen keluar dari jalur pit, Norris muncul di sisinya. Momen menegangkan pun terjadi ketika keduanya nyaris bersentuhan dan Norris terpaksa keluar ke area rumput.
Namun setelah kejadian itu, Verstappen mampu menjaga keunggulan hingga garis finis dalam 53 lap yang dilombakan. Ia menyelesaikan balapan dengan selisih 1,4 detik dari Norris, mengamankan kemenangan pertamanya musim ini.
“Balapan yang cukup berat, saya harus mendorong keras terutama di set ban terakhir,” ujar Verstappen usai lomba.
“Dua mobil McLaren memberi tekanan besar, tapi ini balapan yang menyenangkan. Tidak mudah mengatur ban, tapi saya sangat senang. Awalnya sulit akhir pekan ini, tapi kami terus berkembang dan akhirnya mobil dalam kondisi terbaik saat balapan. Start dari pole juga sangat membantu.”
Kemenangan ini terasa spesial bagi Verstappen, mengingat musim ini merupakan tahun terakhir kerja sama Red Bull dengan pabrikan Jepang, Honda. Kemenangan di Jepang menjadi perpisahan manis bagi kedua pihak.
“Ini sangat berarti,” kata Verstappen.
“Di beberapa lap terakhir saya terus berpikir, saya harus tetap di depan. Ini akan jadi cerita indah untuk perpisahan terakhir dengan Honda di Jepang. Saya bangga dengan semua yang kami capai bersama selama ini. Ini adalah perpisahan yang sempurna.”
Verstappen juga mengakui bahwa kemenangan kali ini diraih dengan cara yang berbeda dibanding beberapa musim sebelumnya, di mana ia lebih dominan. “Empat kemenangan berturut-turut di sini tentu luar biasa, tapi kondisi kali ini berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Start dari posisi terdepan sangat penting karena sulit untuk saling menyalip di sini, terutama karena sulit mengikuti di belakang karena efek DRS.”
Ia juga menyoroti kondisi lintasan yang membantu performa mobilnya. “Suhu lintasan lebih dingin hari ini, jadi ban tidak terlalu cepat overheat. Itu sangat membantu kami.”
Meski terus mendapat tekanan dari Norris dan Piastri, Verstappen mengaku tetap tenang dan fokus pada strategi. “Saya cukup tenang. Saya pernah berada di posisi seperti ini sebelumnya. Fokus saya hanya menjaga ritme dan tidak membuat kesalahan, memastikan keseimbangan mobil tetap terjaga karena perubahan ban bisa mempengaruhi keseimbangan dari depan ke belakang.”
Soal insiden pit lane dengan Norris, Verstappen hanya menyebut, “Itu sangat ketat.”
Dengan kemenangan ini, Max Verstappen kini hanya terpaut satu poin dari Lando Norris di puncak klasemen sementara Kejuaraan Dunia Pebalap Formula 1. Red Bull sendiri masih bertahan di posisi ketiga klasemen konstruktor, sementara rekan setim baru Verstappen, Yuki Tsunoda, gagal meraih poin di kandangnya sendiri. Jika tren positif ini berlanjut, Verstappen berpeluang besar merebut kembali posisi teratas dari tangan Norris pada seri balapan berikutnya. (boi)















