MPM Honda Jatim Bedah Teknologi Honda CRF1100L Africa Twin Seharga Rp650 Juta

Petualang Sejati Kaya Fitur Terkini

Otoplasa.com – PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) mengajak para jurnalis untuk membedah teknologi Honda CRF1100L Africa Twin seharga Rp650 juta. Inilah motor segala medan dengan fitur terkini untuk para petualang sejati.

Alhasil para jurnalis menyambut dengan antusias agenda istimewa tersebut. Workshop teknologi Honda Big Bike tersebut mengungkap dengan detil ragam fitur dari A hingga Z.

Bertempat di MPM Big Bike Lounge, Surabaya, fokus utamanya adalah mengupas tuntas kehebatan Honda CRF1100L Africa Twin. Motor ini dikenal sebagai legenda tangguh di medan on-road maupun off-road.

MPM Honda CRF1100L Africa Twin Rp650 Juta
Yanuar Achmad, Big Bike Manager MPM Honda Jatim jelaskan peminat big bike Honda di Jatim sangat tinggi

Performa Mesin dan Fitur Canggih
Motor petualang ini mengusung mesin 1.080cc, 4-stroke, SOHC dengan tenaga yang melimpah. Jantung pacu tersebut sanggup menghasilkan tenaga maksimal 75 kW pada 7.500 rpm.

Torsi puncaknya pun sangat impresif, yakni mencapai 112 Nm pada 5.500 rpm. Dengan kompresi 10,5:1, karakter tenaganya terasa kuat di semua putaran mesin. Hal ini memastikan performa optimal untuk perjalanan jarak jauh.

Salah satu keunggulan utamanya adalah sistem suspensi Electronically Equipped Ride Adjustment (EERA). Fitur ini memungkinkan pengendara mengatur suspensi secara elektronik sesuai kebutuhan. Tersedia empat pengaturan preload, mulai dari berkendara sendiri hingga berboncengan.

Kendali Pintar dan Keamanan Maksimal
Honda menyematkan teknologi 6-axis Inertial Measurement Unit (IMU) pada motor ini. IMU berfungsi memonitor posisi motor saat pengereman, akselerasi, hingga menikung tajam.

Terdapat pula fitur Honda Selectable Torque Control (HSTC) dengan tujuh tahap kontrol. Fitur ini bekerja bersama Wheelie Control dan Cornering ABS demi keamanan tingkat tinggi. Pengendara juga diberikan kebebasan melalui enam mode berkendara yang berbeda.

“Kami ingin memberikan insight komprehensif mengenai teknologi Big Bike Honda,” ujar Yanuar Achmad, Big Bike Manager MPM Honda Jatim.

Menurutnya, pemahaman ini penting agar informasi ke masyarakat lebih akurat dan edukatif.

MPM Honda CRF1100L Africa Twin Rp650 Juta
Workshop teknologi Honda CRF1100L Africa Twin ungkap beragam keunggulan motor petualang sejati ini

Transmisi DCT dan Konektivitas Digital
Keunggulan lain dari Honda CRF1100L Africa Twin Big Bike adalah opsi Dual Clutch Transmission (DCT). Sistem ini memberikan pilihan mode otomatis maupun manual bagi sang pengendara.

Tersedia Mode D untuk efisiensi serta Mode S untuk performa lebih sporty. Untuk kebutuhan off-road, tersedia fitur “G switch” guna mendapatkan torsi lebih besar.

Pada bagian kokpit, terdapat panel meter digital TFT berukuran 6,5 inci. Layar ini sudah mendukung fitur Android Auto dan Apple CarPlay. Pengendara bisa tetap terkoneksi dengan smartphone melalui sambungan Bluetooth selama perjalanan.

Langsung Terjual Ke Konsumen
Desain bodi Africa Twin tampil garang dengan jok dan tangki ramping 18,8 liter. Posisi berkendara dirancang khas gaya reli agar lincah di medan sulit. Windscreen juga dapat diatur dalam lima level ketinggian untuk perlindungan maksimal.

Bagi para penggemar big bike, motor ini tersedia dalam warna Matte Ballistic Black Metallic dan Tricolor. MPM Honda Jatim memasarkan motor ini dengan harga Rp 650.000.000 (OTR Jawa Timur). Sayangnya akibat tingginya peminat Honda CRF1100L Africa Twin, seketika itu pula motor telah bersiap akan dikirim ke pembeli.

“Ini sudah laku terjual dan rencana hari ini bakal dikirim ke konsumen,” ujar Yanuar Achmad.

Lalu bagaimana jika ada calon pembeli lainnya yang tertarik?
“Jujur saat ini yang berminat Africa Twin di Jatim sudah ada enam unit. Jadi konsumen harus sabar menunggu hingga tahun depan,” ungkapnya.

Yanuar memaparkan keterbatasan kuota impor menjadi penyebab utamanya. Akibatnya banyak pembeli potensial di Jatim belum bisa terpenuhi keinginannya. “Pasar Big Bike Honda di Jatim luar biasa. Namun karena ada pembatasan kuota impor, belum semuanya peminat bisa terpenuhi. Jadi kalau ada unit datang, seketika itu pula sudah ada pemiliknya,” pungkas Yanuar. (boi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *