Nih Beda Slalom Brio Generasi I & II Bagi Alvin Bahar

Otoplasa.com – Kampium sebagai pembalap touring Tanah Air dan kerap menjadi juara nasional, tentu bukan hal yang sulit bagi Alvin Bahar ketika unjuk gigi di ajang slalom Brio Saturday Night Challenge (BSNC) di Surabaya. Putra pasangan pembalap Aswin Bahar dan Evie Bahar itu tampil meyakinkan meliuk-liukkan All New Honda Brio di Lapangan Parkir Timur Surabaya Plasa, Sabtu (05/10) malam.

Yang menarik aksi Alvin tampak harmonis bersama putra sulungnya, Avila Bahar. Mereka secara kompak mampu memberikan aksi dan hiburan memikat kepada penonton. Sesekali cukup deg-deg’an ketika dua Brio nyaris bersentuhan satu sama lain. Tapi mengingat mereka adalah para pembalap profesional dan terlatih, aksi bapak dan anak ini tetap menjadikan bodi Brio kinyis-kinyis tanpa terjadi benturan ketika melewati cone secara berbarengan atau saat bersilangan.

“Ya kami sekarang mendapat julukan pembalap tiga generasi. Jadi dari ayah, saya, dan anak saya,” kata Alvin kepada Otoplasa.

Mengingat terlalu piawainya Alvin dan Avila di balik kemudi Brio, Otoplasa tergelitik untuk menanyakan perbedaan generasi pertama dan kedua ketika diajak berslalom. Menurut Alvin lumayan banyak perbedaannya antara Honda Brio dan All New Honda Brio. Mulai dari dimensi mobil yang berbeda, sangat menentukan ketika diajak meliuk-liuk melewati cone dan berakselerasi lurus.

“Saat melewati cone, mungkin lebih mudah membawa Honda Brio yang lama karena ukurannya lebih kecil. Kemungkinan menyenggol cone pun lebih kecil,” urai Alvin.

Namun Alvin menegaskan Brio generasi pertama cenderung liar. Sehingga menuntut peslalom yang handal untuk menaklukkannya demi meraih catatan waktu terbaik. “Slalom itu tidak hanya melewati cone, melainkan juga berakselerasi di lintasan lurus, namun tetap harus menjaga kestabilan mobil ketika tiba-tiba harus berputar. Bila yang naik adalah pembalap berpengalaman dan mampu menundukkan keliaran Honda Brio yang lama, bisa jadi dia akan meraih catatan waktu terbaik. Tapi hasilnya akan berbeda bila yang naik adalah orang awam,” wantinya.

Alvin menegaskan bilamana yang mengendalikan adalah pemula atau masyarakat umum, jika dibandingkan menaiki Brio lama dan baru, Alvin berani memastikan catatan waktunya akan lebih baik ketika berada di balik kemudi All New Brio. “Brio yang terbaru lebih stabil, baik saat berakselerasi maupun ketika diajak berputar meliuk-liuk melewati cone. Bagi yang awam pasti catatan waktunya akan lebih baik jika membawa yang generasi terbaru,” tutur Alvin yang menambahkan seluruh Brio harus dalam kondisi standar atau belum ada perubahan setingan modifikasi.

Dari gambaran perbedaan pengendalian antara Brio lama dan generasi terbaru yang dipaparkan Alvin, Otoplasa menyimpulkan bahwa memang ada improvement pada All New Brio. Seperti penjelasan Marketing and After Sales Service Director HSC, Wendy Miharja.

“Brio generasi kedua memang lebih mudah pengendaliannya dan nyaman. Kabinnya pun lebih lapang dan besar, sehingga secara dimensi pun lebih stabil bila dibandingkan yang generasi pertama,” jelas Wendy.

Nah terjawab sudah perbedaan Brio yang lama dan baru ketika sama-sama diajak slalom. (boi/09-10-2019)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *