Otoplasa.com – Dendam kesumat Valentino Rossi terhadap Marc Marquez rupanya masih mengakar dengan kuat. Partner balap Pertamina Enduro ini masih ogah mengakui sosok The Baby Alien sebagai lawan berat saat masih berkarir di MotoGP.
The Doctor jelas-jelas mengabaikan Marc Marquez dari daftar rival terberatnya. Ini kembali terungkap setelah legenda MotoGP itu menarik perhatian publik. Kali ini, ia mengungkap daftar rival terberat sepanjang kariernya.
Namun, Rossi tidak memasukkan nama Marc Marquez dalam daftar tersebut. Hal ini mengejutkan banyak penggemar MotoGP.

Di Indonesia Rossi Ulangi Marc Bukan Lawan Terberat
Dalam sebuah acara di Indonesia, Rossi menyebut beberapa nama besar seperti Casey Stoner, Jorge Lorenzo, Max Biaggi, dan Dani Pedrosa. Menurut Rossi, Jorge Lorenzo menjadi rival terkuat karena keduanya lama menjadi rekan setim di Yamaha.
Rossi bahkan menggambarkan rivalitasnya dengan Lorenzo sebagai hubungan ‘seperti kisah cinta’ yang penuh tensi. “Mungkin Lorenzo karena kami berada di tim yang sama dan dalam waktu yang sama pula. Hubungan kami tak hanya sebatas lawan, namun juga bagaikan cerita cinta,” terangnya.
Dari sekian nama pembalap yang disebutkan sebagai lawan terberat, Rossi tak menampik hubungannya dengan Stoner semakin akrab. Pembalap Australia itu kerap mengunjungi VR46 Ranch dan memberi masukan bagi rider muda. Bahkan saat Grand Prix Misano lalu, Stoner terlihat memberi saran langsung kepada murid Akademi VR46, termasuk Francesco Bagnaia.

Marc Marquez Bangga
Sikap terang-terangan Rossi yang mengabaikan Marc, justru berbalikan dengan Si Semut Cervera. Di sisi lain, Marc Marquez yang baru saja meraih tujuh gelar MotoGP, justru mengaku bangga dan mengapresiasi Rossi. Setelah meraih gelar 2025, Marquez menyatakan bangga bisa sejajar dengan Rossi dan Giacomo Agostini.
Marc yang kini memiliki total sembilan gelar dunia, sama dengan catatan Rossi sepanjang kariernya di kejuaraan balap motor. Bahkan, saat ditanya tentang grid impian, Marquez menyebut Rossi sebagai lawan yang ingin dihadapinya. Artinya Marc mengakui Rossi sebagai lawan terberat pula selama karirnya.
Meski begitu, Rossi tetap enggan menyebut Marquez sebagai rival terberatnya. Hal ini memunculkan banyak spekulasi. Salah satu alasannya diyakini karena insiden kontroversial musim 2015 yang merusak hubungan keduanya.

Rossi Simpan Luka
Saat itu Rossi menuding Marquez sengaja menghalangi peluangnya merebut gelar dunia. Sejak saat itu hubungan mereka memburuk. Rossi tampaknya masih menyimpan luka dari perselisihan tersebut, sehingga enggan memberi pengakuan pada Marquez.
Banyak pengamat menilai, Marquez justru menjadi lawan paling berbahaya Rossi dalam lintasan. Namun, kebanggaan Rossi terhadap rivalitas dengan Lorenzo, Biaggi, hingga Stoner menunjukkan sisi emosional kariernya.
Sejak pensiun 2021, Rossi beralih ke balap mobil di FIA World Endurance Championship. Ia kini memperkuat tim WRT-BMW di kelas LMGT3 dan meraih hasil konsisten. Pada balapan 6 Hours Fuji lalu, Rossi berhasil finis di posisi keempat bersama timnya.
Akankah dendam pemilik Tim VR46 Racing Pertamina Enduro ini bakal sirna?
Biar waktu yang menjawab. (boi)















