otoplasa.com – Harapan Fabio Quartararo memiliki motor yang kompetitif akhirnya terpenuhi. Tampil di tes Misano Italia, pembalap Monster Energy Yamaha itu tampil tercepat dengan raihan waktu 1 menit 31,116 detik bermodalkan upgrade sasis dan mesin baru. Dia meninggalkan pemenang MotoGP Italia akhir pekan lalu, Francesco Bagnaia dengan selisih waktu 0,056 detik.
Dengan keberhasilannya mengukir waktu tercepat, wajah Quartararo kini terlihat bahagia. Apa yang dikeluhkan selama ini telah terjawab dengan hadirnya pengembangan motor yang sangat signifikan.
“Hari ini kita ada tiga motor, satu standar, satunya dengan sasis baru, dan satunya lagi dengan mesin prototype 2023. Sungguh tes pertama bersama mesin baru ini sangatlah berarti. Motor bekerja sempurna khususnya akselerasi dan raihan kecepatan puncak. Saya sangat bahagia sekali dan saya tetap mengharapkan bakal ada pengembangan selanjutnya,” tutur Quartararo yang mampu mencatatkan kecepatan puncak di Misano 298,3 km/jam.
Baca juga: WASPADA QUARTARARO, TINGGALKAN YAMAHA KUTUKAN MENANTI
Upaya Yamaha memenuhi keinginan Quartararo dengan menghadirkan motor yang kompetitif memang tak main-main. Segala sumber daya dikerahkan termasuk menggaet desainer mesin F1, Luca Marmorini. Dan hasilnya menunjukkan tanda-tanda positif di Misano.
Hal senada juga disampaikan Franco Morbidelli rekan setim Quartararo. Menurutnya kesan pertama motor kali ini banyak kemajuan. “Mesin baru terasa istimewa. Sungguh mengasyikkan. Karakter motornya yang mudah dikendalikan tetap terjaga, tapi kini performa mesin lebih meyakinkan dengan kecepatan yang bertambah,” puji Morbidelli.
Bila kedua pembalap tim pabrikan Yamaha ini sudah gembira, maka yang terjadi selanjutnya bisa ditebak. Mereka ingin motor baru tersebut sudah bisa dipakai di seri berikutnya di Aragon. Sayangnya untuk mesin baru belum bisa terwujud karena harus menunggu musim 2023 alias tahun depan. Tapi untuk sasis sangat memungkinkan.
Baca juga: 7 UNIT AEROX MANDALIKA TANDA TANGAN QUARTARARO-MORBIDELLI DILELANG YAMAHA STSJ?
“Sasis baru bekerja dengan sangat baik. Saya suka dengan sasis baru jadi kami harus mengambil keputusan untuk kemungkinan di seri berikutnya. Kami harus membicarakannya dulu,” urai Quartararo yang kini masih unggul 30 poin dari pesaing dekatnya, Bagnaia.
Kekhawatiran Quartararo untuk kembali menjauh dari pembalap Ducati itu memang sangat beralasan. Momentum trend positif sedang berada pada Bagnaia, yang mencatatkan kemenangan beruntun hingga 4 kali. Bila kedigjayaan Bagnaia dan Ducati kembali berlanjut, bukan tak mungkin selisih poin akan menipis.
Ke depan, bila sasis baru sudah mampu membikin Quartararo senang, maka balapan di seri berikutnya berpeluang bakal kembali kompetitif. (anto)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News











