otoplasa.com, Jepang – Upaya Yamaha mempertahankan pembalapnya, Fabio Quartararo tak main-main. Demi mengangkat derajat motor YZR-M1 supaya mampu bersaing dengan pabrikan Eropa, Yamaha juga akan melakukan langkah serupa dengan melakukan pengembangan di Benua Biru.
Dengan langkah strategis ini, maka pengembangan motor berlangsung secara paralel, baik di Jepang dan Eropa. Jadi jangan heran puluhan insiyur Yamaha sebagian akan boyongan ke Eropa demi mewujudkan misi menjadikan YZR-M1 kembali kompetitif.

Lin Jarvis, Managing Director Yamaha Motor Racing menegaskan rencana besar timnya. Baginya hal mutlak untuk secepatnya di musim 2024 memberikan motor yang mampu bersaing untuk Quartararo.
Baca juga: Luca Marmorini Temukan Part Kelemahan Mesin MotoGP Yamaha, Yang Mana?
“Kami akan memindahkan sebagian besar pengembangan motor di Eropa. Kami menyadari situasi ini dan pentingnya menghasilkan motor yang kompetitif di 2024. Kami akan berusaha keras, demikian pula dengan rekan kerja di Jepang dan Eropa akan saling bersinergi,” tutur Jarvis.
Sebagai pengingat, tahun ini bagai alarm bagi Yamaha. Pernah merasakan sebagai penguasa dan mendominasi kejuaraan MotoGP, di 2023 pabrikan Garpu Tala tak pernah merasakan podium pertama. Upaya Fabio Quartararo bersaing di barisan terdepan terutama menjelang start selalu kandas dan kerap bercokol di luar 5 besar. Gara-gara hasil kualifikasi yang terdampar di barisan tengah inilah, menjadikan pembalap Perancis dan juara dunia 2021 itu kesulitas bersaing saat race.

Kalaupun Quartararo terkadang berhasil naik podium, itu karena beruntung akibat beberapa pembalap terdepan mengalami crash. Sehingga dalam balapan normal sangat sulit menembus dan bersaing dengan pembalap pabrikan Eropa, seperti Ducati, Aprilia dan KTM. Atas dasar itulah, filosofi pengembangan motor di Eropa pun wajib dilakukan oleh Yamaha.
Baca juga: Fabio Quartararo Yakin Kiprahnya Bikin Toprak Razgatlioglu Tak Mau Ke MotoGP
Ragam alasan mengapa Eropa menjadi pengembangan motor. Itu karena adanya beberapa perusahaan suplier yang mampu berkontribusi dalam hal aerodinamika dan desain mesin. Jarak dan intensitas waktu yang bisa dipangkas inilah, menjadikan Yamaha bertekad secepatnya menghasilkan motor sesuai yang diharapkan.

“Kami sadar posisi kami. Untuk itu kami perlu merubahnya dan secepatnya mendapatkan hasil yang sesuai kami harapkan. Nah seberapa cepat kami bersaing dengan waktu dan saat tes maupun saat persiapan balapan 2024 nanti,” ungkap Jarvis.
Jarvis benar-benar tak mau talenta duo pembalapnya, Quartararo dan Alex Rins meredup gara-gara performa motor. Dia bersama seluruh tim teknis Yamaha bakal all out demi mengantarkan pembalapnya ke podium juara.
Baca juga: Jomplangnya Duo Murid Valentino Rossi, Ada Yang Terancam Turun Kasta Dari Tim Pabrikan
“Kami memiliki pembalap terbaik seperti Fabio, serta Alex Rins. Mereka pembalap kuat untuk menatap 2024. Jadi kami akan berupaya memberikan motor yang kompetitif,” tekad Jarvis.
Dimana rencana ini juga diamini Direktur Tim Monster Energy Yamaha, Massimo Meregalli. Dia menjabarkan hasil pencapaian 2024 sangat menentukan ngeri tidaknya di musim berikutnya. “Saya lebih mengkhawatirkan 2025 jika pembalap terbaik kami pergi. Jadi 2024 adalah kunci kami,” imbuhnya.

Sebagai informasi, kontrak Fabio Quartararo dengan Yamaha berakhir pada akhir musim 2024. Bila selama 2024 tampil gacor, besar kemungkinan kontrak akan diperpanjang. Namun jika terjadi sebaliknya, tak tertutup kemungkinan El Diablo akan pergi meninggalkan Yamaha mencari tim lainnya. (boi)
Cek artikel www.otoplasa.com yang lain di Google News.









