Waspada Makanan Khas Suroboyo Rek!

Kaya kalori tapi minim nutrisi
Surabaya (otoplasa.com) – Terbiasa makan rawon, soto, sate kelopo, tahu campur, penyetan dan lainnya yang kerap ditemui di jalanan Surabaya, mungkin sudah waktunya untuk lebih waspada dan selektif. Pasalnya menurut Rachel Olsen, Nutrition Specialist Youvit makanan khas tersebut lebih dari 400 kalori untuk satu porsi.

“Bayangkan bila Anda makan lebih dari satu porsi alias nambah hingga tiga porsi, maka kalori yang kita makan akan berlipat,” katanya saat pengenalan produk Youvit di hotel Zoom Dharmahusada, Kamis (30/8).

Meskipun bercita rasa khas dan lezat, banyak yang lupa bahwa makanan tradisional ini dapat digolongkan sebagai makanan yang kurang sehat. Mengapa bisa begitu?

Jika kita menggali lebih jauh lagi, ragam menu tersebut banyak yang masih digoreng dan menggunakan bahan dasar minyak secara berlebihan. Kemudian juga komponen sayur-sayuran cukup minim. Makanan yang digoreng cenderung memiliki kadar lemak jenuh lebih tinggi.

Lemak jenuh ini bisa mengakibatkan naiknya kadar kolesterol dalam tubuh. “Nah, yang lebih mengkhawatirkan lagi bisa menyebabkan penyakit jantung koroner,” wanti Rachel.

Selain beberapa hal di atas, ternyata lemak jenuh juga dapat memicu naiknya bakteri jahat yang ada di dalam sistem pencernaan. Bakteri jahat ini yang nantinya menghambat penyerapan vitamin maupun mineral yang terkandung pada makanan. “Defisiensi vitamin dan mineral dalam tubuh dapat menyebabkan tubuh lebih rentan dengan paparan bakteri dan kuman yang berasal darl luar. Rutin makan makanan yang digoreng bisa menambah kondisi ini lebih buruk lagi,” imbuh wanita cantik yang memiliki darah Indonesia-Denmark ini.

Sementara itu Brigiv Aditya, PR Manager Youvit menuturkan kekurangan nutrisi penting seperti vitamin dapat terpenuhi dengan ‘hanya’ mengkonsumsi satu multivitamin gummy rasa mixberry. “Ini adalah multivitamin pertama di Indonesia yang berwujud gummy. Bisa langsung dikunyah tanpa harus menggunakan air minum.”

Lantas berapa harga Youvit?
Untuk satu sachet berisi tujuh gummy adalah sekitar Rp 15.900. “Setiap gummy mengandung 10 vitamin dan 2 mineral penting bagi tubuh. Dosisnya mengikuti standar Angka Kecukupan Gizi (AKG) orang dewasa Indonesia. Resepnya diolah khusus di USA dan yang terpenting gelatin yang digunakan dari sapi asli Australia, sehingga produk ini halal dan telah mendapatkan sertifikasi halal di kemasannya,” pungkas Brigiv.

Rasanya nutrisi tambahan ini cocok juga bagi yang sering beraktifitas di luar seperti sopir maupun ojek online. (anto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *