otoplasa.com, Thailand – Performa menjanjikan Yamaha di ujicoba Sepang, Malaysia dan Buriram, Thailand bersama Fabio Quartararo menarik perhatian banyak pihak. Salah satunya bahkan tim juara pabrikan, Ducati menyebutkan Yamaha bisa menyodok papan atas dan berpeluang menjadi pesaing utama. Kendati demikian Yamaha tak mau takabur dengan prediksi semua orang, apalagi dikaitkan dengan target 5 besar.
Bagi Tim Garpu Tala, saat ini yang terpenting adalah mendapatkan data sebanyak mungkin, mengingat telah memiliki tim satelit sendiri, Pramac Racing yang pindah dari Ducati. Untuk itu tim yang bermarkas di Iwata, Jepang tersebut harus realistis menghadapi musim balap 2025.
Manajer tim Yamaha, Massimo Meregalli, menilai target finish lima besar di MotoGP 2025 masih terlalu ambisius, meskipun performa motor M1 yang baru menunjukkan perkembangan positif selama musim dingin. Hal ini mengingatkan Yamaha sempat terpuruk beberapa tahun akibat performa motor yang tidak kompetitif dengan tim yang lain.
Tercatat dalam sejarah balap motor modern, di mana Yamaha untuk pertama kalinya gagal meraih podium. Namun, seiring kehadiran Max Bartolini sebagai pemimpin teknis tampaknya membawa angin segar bagi Yamaha. Motor yang diuji coba dalam sesi tes di Sepang dan Buriram menarik perhatian banyak pihak dengan performanya yang mampu bersaing dengan motor di papan atas.
Bahkan, bersama Fabio Quartararo, Yamaha M1 terbukti melaju kencang hingga membikin bos tim Ducati, Davide Tardozzi, sebagai pesaing untuk musim 2025. Selain itu, juara dunia Francesco Bagnaia dan CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, juga menyebut Quartararo sebagai ancaman serius bagi yang lain di musim ini.
Diperkirakan bakal menjadi kuda hitam di peta persaingan perebutan gelar juara dunia 2025, Meregalli memilih untuk meredam ekspektasi yang berlebihan. Baginya selama balapan belum dimulai, segala kemungkinan masih bisa terjadi yang bisa juga tak sesuai harapan.
“Menurut saya, target 5 besar itu masih terlalu tinggi,” tegas Meregalli.
“Kami selalu berusaha bersikap objektif dan realistis. Saya ingin melihat perkembangan yang memungkinkan kami lebih dekat dengan para pembalap di depan pada paruh kedua musim ini,” lanjutnya.
Walaupun begitu Meregalli tak menampik kerja keras timnya telah menemukan jalan terang. Performa motor M1 telah mampu memuaskan hasrat para pembalapnya.
“Hasil di Sepang memberi tanda positif, dan sekarang kami juga memiliki lebih banyak insinyur serta tenaga kerja tambahan. Saya berharap ini bisa mempercepat perkembangan kami.”
Untuk pertama kalinya sejak 2022, Yamaha akan menurunkan empat motor setelah menjalin kemitraan dengan tim satelit Pramac. Meregalli menyebut kerja sama ini sudah memberikan manfaat dalam pramusim dan diharapkan dapat mempercepat pencapaian hasil yang lebih baik.
“Pertama-tama, kami perlu beradaptasi dengan kehadiran tim satelit ini, kami kini memiliki lebih banyak data, yang tentu menjadi sebuah keuntungan besar,” urainya.
“Kemitraan ini sangat menguntungkan karena kami bisa berbagi lebih banyak informasi. Selalu ada satu tikungan di mana satu pembalap lebih cepat dari yang lain, itu fakta. Dan kami sudah merasakan manfaatnya di Sepang, dan juga di Buriram. Jadi jika tiga atau empat pembalap memiliki pandangan yang sama, itu sudah cukup untuk mempercepat hasil sekaligus meningkatkan performa motor,” optimis Meregalli. (boi)











