Otoplasa.com – Era elektrifikasi semakin merangsek ke bisnis transportasi. Di pentas GAIKINDO Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2026, Arista Group menghadirkan van bertenaga listrik. Harga nyaris Rp700 juta, Farizon Super Van (SV) siap menantang dominasi Toyota Hiace. Dimana ada fitur ADAS dan akses kelegaan maksimal untuk penumpang berkat pilar B yang menghilang.
Ya, lanskap kendaraan komersial Indonesia resmi memasuki babak baru. Panggung otomotif nasional kini kedatangan penantang serius dari China, Farizon, yang dibawa oleh jaringan diler Arista Group. Fokus utama tertuju pada Farizon Super Van, sebuah van listrik premium yang siap mengganggu dominasi Toyota Hiace.

Duel Van Listrik vs Raja Konvensional
Selama dekade terakhir, Toyota Hiace menjadi penguasa tunggal di sektor travel antar-kota dan armada pariwisata eksekutif. Namun, kehadiran Farizon membawa tawaran yang sulit diabaikan oleh para pelaku usaha di era energi baru.
Beda dengan Hiace yang mengandalkan mesin diesel, Farizon menawarkan efisiensi operasional dari tenaga listrik murni. “Telah teruji secara global untuk membantu pelaku usaha mencapai efisiensi maksimal,” ujar Christoforus Ronny, Director Arista Auto Elektrindo.
Perbandingan Spesifikasi: Modernitas vs Kemapanan
Secara dimensi, Farizon Super Van memiliki fleksibilitas tinggi dengan kapasitas kabin yang mampu menampung hingga 16 kursi. Angka ini bersaing ketat dengan kapasitas Toyota Hiace Premio yang selama ini menjadi standar kenyamanan transportasi lokal.
Keunggulan utama Farizon terletak pada jarak tempuh baterai yang mencapai 400 KM dalam satu kali pengisian daya. Inovasi paling mencolok adalah desain tanpa pilar B yang membuat akses penumpang jauh lebih luas dibanding Hiace.
Bila Toyota Hiace unggul kemudahan pengisian bahan bakar fosil di pelosok daerah yang belum terjangkau listrik. Namun, Farizon menjawabnya dengan fitur keselamatan pintar (ADAS) yang lebih maju untuk menjamin keamanan setiap perjalanan bisnis.
Penetrasi Pasar Melalui Farizon V8E Cargo Van
Selain sektor penumpang, Farizon juga meluncurkan Farizon V8E Cargo Van untuk menyasar pasar logistik perkotaan Indonesia. Kendaraan ini memiliki kapasitas kargo sebesar 7,9 m³ dengan desain lantai rendah yang mempermudah proses bongkar muat.
Peluang Farizon V8E Cargo Van di Indonesia sangat besar seiring meningkatnya permintaan armada pengiriman paket yang ramah lingkungan. Teknologi fast charging pada unit ini memungkinkan efisiensi waktu tunggu bagi perusahaan logistik dengan mobilitas yang sangat tinggi.
Layanan Purna Jual Tanpa Rasa Khawatir
Menantang merek mapan seperti Toyota memerlukan jaminan purna jual yang sangat kuat agar konsumen tidak merasa ragu. Farizon melalui Arista Group memberikan garansi baterai hingga 8 tahun atau 200.000 km bagi kategori kendaraan penumpang.
“Layanan purna jual adalah fondasi utama strategi kami di Indonesia,” tegas Ubaidillah Azzam, Manager After Sales Farizon.
Jaringan servis mereka kini telah tersebar luas mulai dari wilayah Jabodetabek, Pulau Jawa, Bali, hingga wilayah Kalimantan. Selain Farizon Super Van, komitmen purna jual ini juga berlaku sepenuhnya untuk armada Farizon V8E Cargo Van mereka.
Harga Nyaris Rp700 Juta
Kehadiran Farizon di Indonesia menandai dimulainya pergeseran besar dari kendaraan niaga konvensional menuju ekosistem elektrik yang berkelanjutan. Untuk detail harga kendaraan listrik Farizon sebagai berikut:
– Farizon Super Van (SV)
Model van penumpang premium dibanderol Rp698 juta (On The Road Jakarta). Menempatkannya pada posisi sangat kompetitif melawan Toyota Hiace Premio yang selama ini mendominasi pasar travel dan pariwisata eksekutif.
– Farizon V8E Cargo Van
Untuk model kargo listrik, harganya belum dirilis secara resmi ke publik karena unit yang ditampilkan di pameran merupakan unit display awal dari pasar global. Namun, Arista Group telah membuka kesempatan bagi para pengusaha logistik melakukan konsultasi harga dan skema kepemilikan khusus selama pameran berlangsung.
Jadi bagaimana?
Juragan yang penasaran bisa segera ke pameran GIICOMVEC atau merapat ke diler-diler Arista, yang kini juga tersebar di Jawa Timur, khususnya Surabaya. (boi)















