Otoplasa.com – Sangat menarik saat membandingkan mana yang lebih dingin atau panas antara mobil listrik dan yang bermesin konvensional saat melaju di jalanan. Terungkap bahwa yang memakai EV nyatanya lebih dingin.
Berkat kamera termal, terpantau mana bagian di mobil yang lebih panas dan tidak. Saat kamera menyorot ke mobil bensin, tampak sekali bagian panel dari kap mesin ke bawah hingga roda menyala terang. Sedangkan di kendaraan listrik, bagian yang menyala tampak di roda depan maupun belakang. Bisa jadi lokasi motor penggerak ada di masing-masing roda.
Fenomena perbedaan panas listrik dan konvensional di kendaraan ini bukan sekadar visual, melainkan cermin efisiensi mekanis. Berikut ulasan mendalam mengenai perbedaan temperatur kedua jenis penggerak tersebut.
Efisiensi Energi Jadi Kunci
Mobil bensin bekerja melalui proses ledakan atau pembakaran internal di dalam ruang mesin. Proses ini menghasilkan panas ekstrem yang harus dibuang melalui radiator dan knalpot.
Bukan rahasia lagi hanya sekitar 30 persen energi bensin menjadi gerak, sisanya terbuang sebagai panas! Sangat berbeda dengan mobil listrik yang sangat efisien karena mengubah energi listrik langsung menjadi energi putar. Motor listrik hanya menghasilkan sedikit panas sisa saat beroperasi secara normal.
Dampak Panas pada Kenyamanan
Suhu tinggi pada mobil konvensional berdampak langsung pada beban kerja komponen lain. Banyaknya bagian yang panas akan memaksa AC bekerja ekstra keras mendinginkan kabin. Radiasi panas dari dinding pembatas mesin sering kali merembat masuk ke interior. Tidak mengherankan di kompartemen ini terpasang lapisan anti panas, supaya perambatan energi panas dari mesin bisa terhalang sempurna.
Sebaliknya kelebihan suhu dingin pada mobil listrik menjadikan sistem pendinginan kabin jauh lebih ringan. Namun, suhu terlalu rendah juga menantang bagi performa baterai di iklim ekstrem. Sebaliknya, panas pada mesin bensin membantu mempercepat pemanasan kabin di daerah pegunungan yang dingin. Hanya saja fitur heater kerap jarang dipakai di Indonesia.
Kondisi Saat Pengisian Daya atau Isi BBM
Muncul pertanyaan, apakah mobil listrik tetap dingin saat melakukan pengisian daya atau charging? Faktanya, suhu baterai akan meningkat secara signifikan, terutama saat menggunakan fitur fast charging.
Pergerakan ion yang masif di dalam sel baterai menciptakan hambatan internal yang menghasilkan energi termal. Oleh karena itu, mobil listrik modern dilengkapi sistem pendingin cairan khusus untuk baterai. Sistem ini menjaga suhu tetap optimal agar baterai tidak mengalami degradasi prematur.
Hal berbeda jika mobil konvensional melakukan pengisian bbm. Dapat dipastikan suhu panas di kap mesin akan turun karena kewajiban untuk mematikan kendaraan. Cukup beberapa menit waktu pengisian bensin atau solar, suhu mesin bisa turun jika dipantau dengan kamera termal.
Jadi secara keseluruhan, perbedaan panas listrik dan konvensional dipicu oleh cara keduanya mengolah sumber energi. Mobil listrik menawarkan operasional yang lebih dingin dan efisien bagi pengguna harian dibandingkan mobil bermesin konvensional. Memahami karakter termal ini penting bagi konsumen dalam merawat kendaraan di masa depan. Pemilihan jenis kendaraan kini tak lagi sekadar gaya hidup, tapi juga soal efisiensi energi. (boi)















