Otoplasa.com – Alih-alih ingin menikmati musim liburan di China, justru sebaliknya para pemilik mobil listrik geram. Pasalnya mereka menemukan kenyataan bahwa SPKLU dalam kondisi full antrian, dimana perlu waktu rata-rata dua jam menantikan giliran.
Itulah kondisi ketika banyak pengguna jalan yang menggunakan mobil listrik di Tiongkok. Hal itu terekam viral oleh medsos Cerita China via akun @whats.in.china. Di situ tampak area peristirahatan mengalami kemacetan oleh banyaknya mobil listrik yang mengantri untuk sekadar mendapatkan SPKLU.
Walaupun sudah mengambil nomor antrian, namun waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan layanan SPKLU sekitar dua jam. Ada cara lain namun harganya tak masuk akal.
Layanan Darurat Mobil Power Bank
Di China, telah ada layanan mobil power bank atau kendaraan yang mengusung sistem pengecasan mandiri dengan membawa baterai ukuran raksasa. Hanya saja meski siap melayani, namun biayanya bikin geleng-geleng kepala.
Untuk pengisian sebesar 5 persen, jasa layanan mobil power bank tadi menetapkan tarif Rp530 ribu. Layanan darurat pengecasan menegaskan biaya itu untuk kendaraan EV kecil atau kompak. Jadi jika mobilnya SUV atau berukuran lebih besar, biaya bisa berbeda.
Terdengar celetukan pemilik mobil yang menyayangkan kondisi tersebut. “Rasakan, salah sendiri beli EV.”
Nah akankah suatu saat itu akan terjadi di Tanah Air, walaupun sebenarnya sudah tercermin di beberapa mall besar. Dimana ketika akan mencas mobil, sudah ada mobil yang terparkir di SPKLU.
Ironisnya ketika kondisi pengecasan sudah full, justru pemilik mobil bersangkutan tidak ada di tempat alias masih jalan-jalan di dalam mall. (Dian Novianto)








