Otoplasa.com – Sah secara angka penjualan mobil global, dominasi Jepang akhirnya runtuh oleh China di 2025! Dengan kata lain Negeri Matahari Terbit sebagai negara dengan penjualan mobil terbesar di dunia berakhir dengan masifnya produksi mobil dari Negeri Tirai Bambu.
Untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade, penjualan mobil global China diproyeksikan melampaui Jepang pada 2025, dengan estimasi 27 juta unit berbanding 25 juta unit. Laporan Nikkei Asia menyebutkan, berdasarkan pengungkapan perusahaan otomotif periode Januari–November 2025 serta data dari S&P Global Mobility, pabrikan mobil China diperkirakan mencatatkan penjualan global sekitar 27 juta unit kendaraan sepanjang 2025. Angka ini meningkat sekitar 17 persen dibandingkan tahun 2024.
Sebaliknya, total penjualan gabungan produsen otomotif Jepang diproyeksikan stagnan di kisaran 25 juta unit, yang berpotensi membuat Jepang turun ke posisi kedua setelah lebih dari 20 tahun memimpin pasar otomotif global.
China Menggeser Jepang
“Pabrikan otomotif China berada di jalur untuk menjadi penjual kendaraan baru terbesar di dunia pada 2025, menggeser Jepang yang selama ini mendominasi pasar global,” tulis laporan Nikkei Asia.
Laporan tersebut juga mencatat sekitar 70 persen penjualan mobil merek China pada 2024 terjadi di pasar domestik. Permintaan kendaraan di dalam negeri ditopang kuat oleh segmen kendaraan listrik murni (EV) dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), yang kini menyumbang hampir 60 persen permintaan mobil penumpang.
Analis industri otomotif Nikkei Asia menyebutkan bahwa transformasi teknologi menjadi kunci pertumbuhan tersebut. “Keunggulan China terletak pada skala produksi dan adopsi cepat kendaraan listrik serta plug-in hybrid, yang membuat pertumbuhan penjualan mereka jauh lebih agresif dibandingkan pabrikan tradisional,” ujar Analis Otomotif Nikkei Asia dalam laporannya.
Ekspor Menguat, Asia Tenggara dan Eropa Jadi Target
Selain pasar domestik, ekspor juga menjadi pendorong penting bagi pertumbuhan pabrikan China. Asia Tenggara diproyeksikan menyerap sekitar 500 ribu unit mobil China pada 2025, sementara Eropa diperkirakan menjadi pasar ekspor terbesar dengan hampir 2,3 juta unit.
Di kawasan lain, Afrika diprediksi menyerap sekitar 230 ribu unit, sedangkan Amerika Latin sekitar 540 ribu unit. Kedua wilayah tersebut mencatatkan pertumbuhan tahunan (year-on-year/YoY) di atas 30 persen.
S&P Global Mobility menilai ekspansi agresif ini tidak terlepas dari strategi harga dan teknologi. “Produsen China semakin kompetitif di pasar global berkat kombinasi harga yang agresif, teknologi elektrifikasi, dan kecepatan inovasi produk,” ujar perwakilan S&P Global Mobility dalam laporan analisanya.
Peta Persaingan Industri Otomotif Global Berubah
Melonjaknya penjualan mobil China menandai perubahan besar dalam peta persaingan industri otomotif dunia. Jika proyeksi ini terealisasi, maka 2025 akan menjadi titik balik sejarah, di mana China resmi menjadi negara dengan penjualan mobil global terbesar, mengakhiri dominasi Jepang yang telah bertahan lebih dari dua dekade.
Dengan tren elektrifikasi yang semakin kuat dan ekspansi agresif ke pasar internasional, pabrikan otomotif China diperkirakan masih akan terus menekan produsen global lainnya dalam beberapa tahun ke depan. (ton)









