Otoplasa.com – Yang pernah atau akan bepergian ke Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), jangan abaikan rasa khas sate rembiga. Dan yang terkenal beken dengan daging tusuk lidi ini adalah buatan Bu Sinnaseh. Yang berhasil mewakili jejak rasa otentik dari Lombok yang menyentuh hati.
Usai menikmati hiruk-pikuk kecepatan di Sirkuit Mandalika dan menyusuri sunyinya Bukit Seger, tim Honda Eastline Journey beralih arah ke utara, menyusuri denyut kehidupan kuliner khas Lombok. Tujuannya satu: mencicipi Sate Rembiga Bu Hajah Sinnaseh, ikon kuliner legendaris yang telah mengakar kuat dalam budaya dan cita rasa masyarakat lokal maupun wisatawan.
Nama Rembiga sendiri telah menjadi sinonim dengan kelezatan sate khas Lombok. Di tengah kawasan yang tenang, aroma daging sapi yang dipanggang dengan arang langsung menyambut setiap tamu. Kehadiran warung sederhana milik Hj. Sinnaseh seolah menjadi magnet kuliner yang tak pernah kehilangan daya tariknya.

Cita Rasa Khas yang Tak Tergantikan
Setiap tusuk sate Rembiga menyajikan kombinasi rasa yang unik: gurih, pedas, dan sedikit manis. Tekstur dagingnya empuk, berpadu dengan bumbu rempah yang meresap sempurna hingga ke dalam seratnya. Keaslian rasa inilah yang membuat kuliner ini terus diminati lintas generasi.
“Dulu saya hanya bantu-bantu jualan sate milik orang. Tapi akhirnya memberanikan diri menyewa lahan kecil selama enam bulan,” kenang Hj. Sinnaseh saat ditemui di warungnya.
“Alhamdulillah, sekarang lahan ini milik saya sendiri, dan usaha ini tetap ramai sampai hari ini,” bangga Hj. Sinnaseh yang mempercayakan Honda Mobilio untuk menemaninya beraktifitas di jalanan Mataram.
Tanpa mengandalkan promosi besar atau resep rahasia, kelezatan sate ini lahir dari ketekunan, kesetiaan pada proses, dan rasa tulus dalam setiap penyajiannya. Hj. Sinnaseh merendah ketika ditanya rahasia suksesnya. “Mungkin karena cocok di lidah banyak orang, ya. Saya juga nggak tahu pasti, tapi saya bersyukur.”
Kuliner yang Menyimpan Cerita Perjuangan
Dalam era serba instan seperti sekarang, kisah perjalanan Sate Rembiga Bu Sinnaseh menjadi pengingat bahwa kesabaran dan konsistensi adalah resep utama kesuksesan. Warung ini tidak sekadar menjual makanan, tetapi juga menyuguhkan cerita hidup dan semangat juang seorang perempuan yang berani bermimpi dan mewujudkannya.
Bagi tim Honda Eastline Journey, kunjungan ini bukan sekadar singgah untuk makan. Ini adalah pengalaman mendalam yang memperkaya perjalanan, mengenal lebih dekat kisah inspiratif dari pelaku UMKM lokal, serta merayakan kekayaan rasa dan budaya Indonesia.
Tentang Honda Eastline Journey
Honda Eastline Journey merupakan ekspedisi darat yang menggabungkan eksplorasi alam, budaya, dan kuliner di wilayah timur Indonesia. Perjalanan ini tidak hanya fokus pada keindahan jalan dan pemandangan, tetapi juga menggali kisah-kisah inspiratif dari masyarakat setempat yang membentuk identitas daerahnya.
Saat motor kembali dinyalakan dan Rembiga perlahan ditinggalkan senja, rasa sate yang membekas di lidah menjadi jejak tak kasat mata yang akan selalu dikenang. Sebuah bukti bahwa cita rasa lokal yang jujur dan otentik mampu menyentuh hati siapa saja yang datang mencicipinya. (boi)









