Otoplasa.com – Fabio Quartararo menggali rahasia Ferrari demi bekal berharga ketika balapan di pentas MotoGP. Padahal banyak khalayak paham, Tim F1 Ferrari sendiri kerap melakukan blunder saat berlaga di lintasan!
Ya, juara dunia MotoGP satu kali itu terus berupaya bangkit dari masa sulit dan kembali bersaing di barisan depan kejuaraan. Salah satu langkah inovatifnya adalah dengan menyerap ilmu dari dunia Formula 1, tepatnya dari tim legendaris Ferrari.
Terungkap, pada Juni lalu, pembalap asal Prancis yang membela Monster Energy Yamaha ini secara khusus menghadiri Grand Prix Formula 1 di Barcelona. Namun ia tidak sekadar menjadi penonton, melainkan terlibat langsung di balik layar garasi Scuderia Ferrari. Quartararo mendengarkan briefing teknis dan komunikasi radio antara insinyur dan pembalap, termasuk percakapan penting antara Charles Leclerc dan tim teknisnya.
Belajar dari Detail Dunia F1
“Di Formula 1, diskusinya sangat mendalam, terutama soal ban,” ujar Quartararo kepada Speedweek.
“Mereka punya empat ban lebar yang selalu menyentuh aspal, sedangkan kami hanya dua dengan permukaan kontak kecil. Tapi, ban juga sangat menentukan di MotoGP, jadi semakin banyak informasi yang bisa kami olah, semakin baik.”
Dari pengamatannya, Quartararo membawa pulang pelajaran penting. Ia langsung menginstruksikan timnya di Yamaha untuk mengubah pola kerja. Kini mereka rutin melakukan briefing di ruang khusus dengan bantuan layar besar untuk menganalisis data balapan secara sistematis. “Sebelumnya, semua terasa lebih spontan dan kurang terstruktur,” katanya.
Ferrari Sering Blunder, Tapi Tetap Jadi Inspirasi
Menariknya, meskipun Ferrari dikenal sebagai salah satu tim paling ikonik di F1, mereka kerap menjadi sorotan karena strategi yang keliru saat balapan. Dalam beberapa musim terakhir, Scuderia Ferrari tercatat beberapa kali kehilangan posisi atau peluang kemenangan akibat keputusan pit stop yang kurang tepat waktu, salah memilih ban, hingga miskomunikasi dengan pembalap.
Namun bagi Quartararo, hal itu tidak mengurangi nilai pembelajaran yang ia dapat. “Yang saya cari bukan hasil akhirnya, tapi bagaimana mereka mendekati detail teknis dan komunikasi internal. Walaupun Ferrari kadang kalah strategi dari Red Bull atau Mercedes, cara mereka bekerja di balik layar tetap memberikan saya banyak inspirasi,” jelasnya.
Perjuangan Naik ke Papan Atas MotoGP
Quartararo sendiri tengah menjalani musim yang berat di MotoGP 2025. Yamaha belum mampu tampil dominan seperti saat dirinya merebut gelar juara dunia tahun 2021. Kini, dengan pendekatan baru yang lebih analitis dan profesional, ia berharap bisa memperbaiki performa di lintasan.
“Kami tidak bisa ubah segalanya dalam satu malam, tapi perlahan kami sudah mulai berkembang,” katanya optimistis.
Langkah Quartararo mencerminkan semangat kompetitif yang tak kunjung padam. Meski dunia MotoGP dan Formula 1 sangat berbeda, tekad untuk terus belajar dan beradaptasi menjadi kunci untuk kembali menantang barisan terdepan.
Good luck Quartararo! (ton)











