Otoplasa.com – Duo pembalap juara dunia, Francesco Bagnaia dan Lewis Hamilton kini mengalami krisis mental. Jawara MotoGP dan Formula 1 tersebut tampak tertekan karena menghilang kedigjayaannya. Musim 2025 menjadi gambaran bagaimana kinerja mereka di lintasan balap.
Pecco Bagnaia mengalami tekanan besar sejak berbagi garasi dengan Marc Marquez. Musim lalu ia dominan bersama Enea Bastianini dan Jorge Martin dengan 11 kemenangan. Namun, musim 2025 berbeda, Bagnaia hanya menang sekali di Texas.
Pada seri Red Bull Ring, ia gagal bersaing dan finis jauh dari podium. Sorotan publik lebih banyak tertuju pada Marquez yang menjadi magnet media. Tekanan bertambah dengan rumor Ducati lebih condong mendukung Marquez ketimbang Bagnaia.
Podium Semakin Menjauh
Bagnaia pun meluapkan kekecewaannya dengan menyebut dirinya sudah kehilangan kesabaran. Ia bahkan membuka kemungkinan hengkang dari Ducati jika situasi tak berubah. Meski bos tim Davide Tardozzi menegaskan dukungan penuh, masa depannya tetap abu-abu.
Di sisi lain, krisis mental juga terjadi pada Hamilton. Terutama adanya pengakuan mengejutkan Gino Rosato, mantan tokoh penting Ferrari. Rosato menyoroti kerasnya bekerja di Maranello yang sarat politik dibanding tim Inggris.
Menurutnya, porsi politik di Ferrari bisa mencapai 60 persen, jauh dari standar ideal. Pernyataan itu membuka fakta beratnya tekanan mental yang dialami atlet papan atas.
Alhasil dua nama besar kini terseret dalam sorotan. Lewis Hamilton di Formula 1 dan Pecco Bagnaia di MotoGP. Hamilton benar-benar kesulitan beradaptasi di Ferrari.
Hamilton datang ke Ferrari dengan ambisi besar meraih gelar dunia kedelapan. Namun, ekspektasi tinggi justru membuatnya terpuruk dalam performa yang tak konsisten.
Ia beberapa kali mengungkap ada masalah internal yang menghambat dirinya di lintasan. Budaya kerja Ferrari juga menyulitkan Hamilton beradaptasi dengan mobil SF25. Terlebih kepercayaannya terhadap tim kian melemah setelah gagal lolos ke Q2 di Hungaria.
Hamilton bahkan menyebut dirinya tak berguna dan menyarankan Ferrari mencari pembalap baru. Hasil finis ke-12 makin menegaskan krisis mental yang dialaminya musim ini.
Dua Juara, Dua Jalan Sulit
Krisis Hamilton dan Bagnaia menunjukkan sisi rapuh dari para juara dunia. Hamilton menghadapi kultur baru yang berbeda jauh dari Mercedes, tim lamanya. Sementara Bagnaia akrab dengan Desmosedici, namun gagal memaksimalkan potensinya musim ini.
Pertanyaan besar kini muncul: mampukah keduanya bangkit dari tekanan mental? Ataukah mereka akan semakin terpuruk di tengah ekspektasi publik dan tim?
Jadi para penggemar hanya bisa menunggu drama berikutnya di lintasan penuh gengsi. (ton)











