otoplasa.com – Di antara sekian banyak jenis mesin kendaraan, Wankel Rotary sesungguhnya adalah penemuan yang luar biasa. Memiliki desain yang kompak, ringan dan komponen yang lebih sedikit serta sangat bertenaga dengan kapasitas cc yang lebih kecil, rotary merupakan idaman bagi setiap para insinyur.

Hanya saja setiap ada kelebihan, tentu ada kelemahannya. Dan kutukan terberat mesin temuan insinyur asal Jerman Felix Wankel itu adalah konsumsi bahan bakarnya yang boros. Ditambah adanya oli mesin yang ikut terbakar, menjadikan mesin rotary tak kunjung ramah lingkungan.
Keistimewaan rotornya yang mampu menghasilkan tiga kali proses pembakaran dalam satu kali putaran, rupanya menjadi syarat perlunya asupan bbm yang lebih banyak.
Tak mengherankan hanya segelintir pabrikan otomotif yang tetap setia mengembangkan mesin jenis ini. Dan dari sekian banyak merek, hanya Mazda-lah yang setia dengan rotary hingga lima dekade lebih. Mulai dari tipe RX hingga mengembangkan versi hybrid, tetap saja teknologi rotary seakan mentok.

Untunglah ada titik sinar terang bahwa mesin rotary bisa menjadi benar-benar ramah lingkungan. Caranya?
Mengganti suplai bahan bakarnya dengan hidrogen. Dan kabar gembiranya akun Youtube Engineering Explained yang disampaikan oleh Jason Fenske memastikan hidrogen menjadi jawaban untuk mesin rotary yang boros bahan bakar.
Usai bereksperimen dengan membuat cetakan mesin rotary model 3D, terbukti hidrogen bisa menyucikannya. Hasil uji emisinya sangat berpeluang menembus batasan yang telah ditentukan. Dan bila ini terwujud serta diproduksi massal, Jason Fenske yakin akan banyak pabrikan otomotif yang tertarik mengembangkannya. “Masa depan mesin rotary berbahan bakar hidrogen sangat cerah dan banyak sekali keunggulannya,” terangnya. (anto/25-01-2021)
















