Wajar Renault Bidik Indonesia

otoplasa.com – Beralihnya keagenan pemegang merek Renault, dari Indomobil Group ke Nusantara Maxindo Group (NMG) yang kini dikendalikan oleh PT Maxindo Renault Indonesia (MRI) adalah hal yang wajar. Pasar Indonesia yang senantiasa dinamis, menjadi alasan utama Renault Asia Pacific bersinergi dengan Maxindo.

Sebagai catatan, pada 2018 lalu Renault Grup mencatatkan penjualan hingga 3.884.295 unit, terdiri dari;
– Renault 2.532.567 unit atau turun -5,2% dibanding 2017,
– Dacia 700.798 unit (+7,.0%),
– Lada naik 18,7% dengan 398.282 unit,
– Renault Samsung Motors alami penurunan 14,9% menjadi 84.954 unit serta
– Jinbei dan Huasong yang terjual 165.603 unit.

Yang mengagumkan di kendaraan listrik, Renault adalah salah satu pabrikan di dunia yang mengalami peningkatan pesat. Tercatat ada kenaikkan hingga 36,6% atau terjual hingga 49.600 uni. Dimana akselerasi penjualannya semakin meningkat di semester kedua dengan kenaikkan 62,1%. Renault adalah pemimpin pasar Eropa dengan market share 22,2%. Produk kendaraan listriknya, yakni ZOE naik hingga 26,1% (39.458 unit) dan Kangoo Z.E. yang meningkat hingga 105,1% (8.747 unit).

Untuk kendaraan ringan komersial, melalui anak perusahannya Jinbei dan Huasong tumbuh 33,7%. Di pasar ini brand Renault cukup kuat dan diterima produknya terutama di Turki dan Argentina.

“Renault Grup penjualannya meningkat 3,2% di 2018, termasuk integrasi merek Jinbei dan Huasong. Di luar Eropa grup kami naik penjualannya terutama di Rusia, Brazil dan Afrika,” kata Olivier Murguet, Sales and Regions Executive Vice President of Groupe Renault.

Tak pelak dari gambaran di atas, mau bermain di kendaraan penumpang hingga komersial, serta listrik, Renault memiliki banyak pilihan. Terlebih bila ke depannya Renault membuka pabrik perakitan di Indonesia, bisa-bisa harganya semakin kompetitif. (anto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *